Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007–2009, Antasari Azhar, meninggal dunia di usia 72 tahun pada Sabtu (8/11/2025). Jenazah akan disalatkan di Masjid Asy Syarif, kawasan BSD, Tangerang Selatan, setelah salat Asar.
Kabar duka ini dibenarkan oleh Boyamin Saiman, kuasa hukum sekaligus rekan dekat Antasari.
“Betul, barusan saya konfirmasi ke pengurus Masjid Asy Syarif. Memang akan diselenggarakan salat jenazah Pak Antasari ba’da Asar,” ujar Boyamin, Sabtu (8/11/2025).
Boyamin Saiman mengungkapkan Antasari Azhar meninggal dunia dikarenakan sakit yang diidap sejak lama.
Kendati demikian, Boyamin enggan membeberkan sakit yang diderita mantan ketua KPK era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Riwayat Perawatan Antasari Azhar
Sebelum meninggal dunia, Antasari diketahui pernah mengalami gangguan kesehatan serius yang sempat membuatnya menjalani perawatan intensif.
Pada Juni 2015, Antasari harus dilarikan dari Lapas Tangerang ke Rumah Sakit Omni Internasional Tangerang Selatan karena mengalami tekanan darah tinggi dan lonjakan gula darah yang cukup parah.
Menurut laporan Medcom.id, kondisi tersebut menyebabkan kadar gula darah Antasari mencapai angka sekitar 600 mg/dL, jauh di atas batas normal.
Kabar ini juga dibenarkan oleh Prof. Jimly Asshiddiqie, yang menjenguknya saat itu.
“Saya dan Pak Antasari ini teman, apalagi kami satu kampung. Saya merasa perlu untuk bersilaturahim dan memberi semangat agar beliau bisa pulih,” kata Jimly seperti dikutip dari Liputan6.
Selama masa perawatan, tim medis terus memantau tekanan darah dan gula darahnya yang fluktuatif. Setelah beberapa hari mendapatkan penanganan intensif, Antasari akhirnya diperbolehkan kembali ke Lapas karena kondisinya mulai stabil.
Meski demikian, riwayat hipertensi dan diabetes tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang terus memengaruhi kesehatannya hingga beberapa tahun terakhir.
Profil dan Perjalanan Karier
Antasari Azhar lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, pada 18 Maret 1953. Ia dikenal sebagai Ketua KPK periode 2007–2009, menggantikan Taufiequrachman Ruki.
Sebelum bergabung dengan KPK, Antasari merupakan seorang jaksa karier yang pernah menjabat di berbagai posisi strategis di Kejaksaan Agung.
Di masa kepemimpinannya, KPK menangani sejumlah kasus besar korupsi yang melibatkan pejabat tinggi negara dan kalangan pengusaha.
Doa dan Ucapan Belasungkawa
Boyamin Saiman turut menyampaikan doa dan belasungkawa bagi almarhum.
“Mohon doanya, mohon dimaafkan segala kesalahannya, dan semoga almarhum mendapatkan pahala yang sebanyak-banyaknya di akhirat,” ujarnya.
Kabar kepergian Antasari meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak, termasuk kalangan penegak hukum dan masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok tegas dan berintegritas.

