Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

UKI Paulus dan UMI Makassar Terapkan Budidaya Kedelai Berkelanjutan dan Inovasi Tepat Guna di Desa Jenetaesa

Kamis, 13 November 2025 17:32
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) berkolaborasi dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat yang berfokus pada penerapan budidaya kedelai berkelanjutan dan inovasi tepat guna di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.

LUMINASIA.ID - Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) berkolaborasi dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat yang berfokus pada penerapan budidaya kedelai berkelanjutan dan inovasi tepat guna di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.

Program ini telah berjalan sejak September 2025 dan menjadi bagian dari skema Pemberdayaan Desa Binaan yang didukung oleh hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kegiatan pengabdian tersebut dipimpin oleh Dr. Ir. Hendrik Gunadi, M.P., bersama tim yang terdiri atas Dr. Ir Suraedah Alimuddin, M.P., Dr. Erna Pasanda, S.E., M.Si., dan Ir. Machmud Djunaidy, M.Si.

Dalam pelaksanaannya, turut serta mahasiswa Program Studi Akuntansi UKI Paulus, yaitu Agusanto Pala’langan, Eunike Adelia, Adrian Lebang, Marsha, dan Anugerah Andyni Lopang.

Tim bekerja sama dengan Kelompok Tani Langkasa dan Kelompok Tani Langkasa Baru dalam mengatasi permasalahan utama petani kedelai di Jenetaesa, seperti rendahnya produktivitas, keterbatasan akses pasar, serta kendala teknis di lapangan.

Ketua Kelompok Tani Langkasa, Saharuddin, Ketua Kelompok Tani Langkasa Baru, Agus Husain, dan Ketua Gabungan Kelompok Tani Sipakatau, Mustari, menyampaikan bahwa kendala seperti lahan berpasir, benih kurang berkualitas, dan kehilangan hasil panen sudah lama menjadi hambatan utama dalam pemanfaatan sawah tadah hujan di wilayah tersebut.

Untuk menjawab tantangan itu, tim pengabdian memberikan solusi melalui serangkaian inovasi, seperti perbaikan lahan dengan pengomposan, penggunaan benih unggul, pengaturan jadwal tanam berbasis data curah hujan, pemanfaatan alat pertanian modern (alsintan), serta penguatan strategi pemasaran berbasis digital.

Dr. Ir. Suraedah Alimuddin, M.P. menyampaikan pentingnya pengomposan untuk meningkatkan porositas tanah dan menjaga kesuburan.

Sementara itu, Ir. Machmud Djunaidy, M.Si. menekankan perbaikan kualitas produksi melalui pemilihan benih unggul yang mampu meningkatkan daya hasil dan kualitas konsumsi.

Dr. Ir. Hendrik Gunadi, M.P. menambahkan bahwa penggunaan mesin perontok kedelai mampu menekan kehilangan hasil panen hingga 20%.

Adapun Dr. Erna Pasanda, S.E., M.Si. menjelaskan bahwa strategi pemasaran digital melalui pengemasan menarik dan promosi daring dapat memperluas jangkauan pasar petani.

Melalui kolaborasi ini, penerapan budidaya kedelai berkelanjutan dan inovasi tepat guna di Desa Jenetaesa tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat tani.

Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.

Tags: UKI Paulus UMI

Baca Juga

Dosen UMI Ajar Siswa SMA 14 Makassar Cara Cerdas Bermedia Sosial dan Tangkal Hoaks
Dosen UMI Ajar Siswa SMA 14 Makassar Cara Cerdas Bermedia Sosial dan Tangkal Hoaks
Gempa Dangkal M 3,0 Guncang Sumbawa, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspada
Gempa Dangkal M 3,0 Guncang Sumbawa, BMKG Ingatkan Warga Tetap Waspada
Autopsi Ungkap Luka Bakar di Tubuh Bocah 12 Tahun di Sukabumi
Autopsi Ungkap Luka Bakar di Tubuh Bocah 12 Tahun di Sukabumi
Saham Grup Bakrie Menguat, BUMI Pimpin Lonjakan Transaksi Sepekan
Saham Grup Bakrie Menguat, BUMI Pimpin Lonjakan Transaksi Sepekan
Gempa Kecil di Bandung Jadi Pengingat Kesiapsiagaan Warga terhadap Ancaman Sesar Aktif
Gempa Kecil di Bandung Jadi Pengingat Kesiapsiagaan Warga terhadap Ancaman Sesar Aktif
Link Video Perempuan 'Cukur Kumis' Banyak Dicari, Ekspresi Aneh Diduga Mengandung Konten Terlarang
Link Video Perempuan 'Cukur Kumis' Banyak Dicari, Ekspresi Aneh Diduga Mengandung Konten Terlarang

Populer

  • 1
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • 2
    Kombes Pol. Arisandi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA SPENSAB
  • 3
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
  • 4
    Syawalan Muhammadiyah Sulsel Dimajukan ke 28 Maret 2026, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dijadwalkan Hadir
  • 5
    Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta

Ekonomi

  • Showroom Motoplex Resmi Hadir di Makassar, Tawarkan Penjualan dan Servis Motor Vespa, Piaggio, Aprilia, dan Moto Guzzi
    Showroom Motoplex Resmi Hadir di Makassar, Tawarkan Penjualan dan Servis Motor Vespa, Piaggio, Aprilia, dan Moto Guzzi
  • Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
    Emados Berangkatkan 30 Pelari ke Eropa, Program SuperHalfs Challenge
  • Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons
    Harga Emas Hari Ini Naik, Global Tembus USD 4.491 per Ons

Peristiwa

  • Kombes Pol. Arisandi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA SPENSAB
    Kombes Pol. Arisandi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua IKA SPENSAB
  • Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
    Wabup Gowa Ajak IKA SPENSAB Berperan Aktif Majukan Pendidikan Daerah
  • Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
    Menteri Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel, Gubernur Salurkan Bantuan Rp800 Juta
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID