LUMINASIA.ID - Universitas Kristen Indonesia Paulus (UKI Paulus) berkolaborasi dengan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat yang berfokus pada penerapan budidaya kedelai berkelanjutan dan inovasi tepat guna di Desa Jenetaesa, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros.
Program ini telah berjalan sejak September 2025 dan menjadi bagian dari skema Pemberdayaan Desa Binaan yang didukung oleh hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Kegiatan pengabdian tersebut dipimpin oleh Dr. Ir. Hendrik Gunadi, M.P., bersama tim yang terdiri atas Dr. Ir Suraedah Alimuddin, M.P., Dr. Erna Pasanda, S.E., M.Si., dan Ir. Machmud Djunaidy, M.Si.
Dalam pelaksanaannya, turut serta mahasiswa Program Studi Akuntansi UKI Paulus, yaitu Agusanto Pala’langan, Eunike Adelia, Adrian Lebang, Marsha, dan Anugerah Andyni Lopang.
Tim bekerja sama dengan Kelompok Tani Langkasa dan Kelompok Tani Langkasa Baru dalam mengatasi permasalahan utama petani kedelai di Jenetaesa, seperti rendahnya produktivitas, keterbatasan akses pasar, serta kendala teknis di lapangan.
Ketua Kelompok Tani Langkasa, Saharuddin, Ketua Kelompok Tani Langkasa Baru, Agus Husain, dan Ketua Gabungan Kelompok Tani Sipakatau, Mustari, menyampaikan bahwa kendala seperti lahan berpasir, benih kurang berkualitas, dan kehilangan hasil panen sudah lama menjadi hambatan utama dalam pemanfaatan sawah tadah hujan di wilayah tersebut.
Untuk menjawab tantangan itu, tim pengabdian memberikan solusi melalui serangkaian inovasi, seperti perbaikan lahan dengan pengomposan, penggunaan benih unggul, pengaturan jadwal tanam berbasis data curah hujan, pemanfaatan alat pertanian modern (alsintan), serta penguatan strategi pemasaran berbasis digital.
Dr. Ir. Suraedah Alimuddin, M.P. menyampaikan pentingnya pengomposan untuk meningkatkan porositas tanah dan menjaga kesuburan.
Sementara itu, Ir. Machmud Djunaidy, M.Si. menekankan perbaikan kualitas produksi melalui pemilihan benih unggul yang mampu meningkatkan daya hasil dan kualitas konsumsi.
Dr. Ir. Hendrik Gunadi, M.P. menambahkan bahwa penggunaan mesin perontok kedelai mampu menekan kehilangan hasil panen hingga 20%.
Adapun Dr. Erna Pasanda, S.E., M.Si. menjelaskan bahwa strategi pemasaran digital melalui pengemasan menarik dan promosi daring dapat memperluas jangkauan pasar petani.
Melalui kolaborasi ini, penerapan budidaya kedelai berkelanjutan dan inovasi tepat guna di Desa Jenetaesa tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat tani.
Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis riset dan kolaborasi lintas perguruan tinggi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani lokal.

