LUMINASIA.ID, Bandung - Bandung kembali diingatkan akan keberadaan sesar aktif di wilayahnya setelah gempa bumi tektonik bermagnitudo 2,9 terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026 siang. Meski berkekuatan kecil dan tidak menimbulkan kerusakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.45 WIB ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi.
Dilansir Antara, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal dengan kedalaman sekitar 5 kilometer, yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Kota Bandung. Getaran gempa dilaporkan dirasakan sebagian warga dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama di dalam rumah, namun tidak sampai menyebabkan kepanikan massal.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, menegaskan bahwa meskipun gempa kali ini tidak berdampak signifikan, kondisi geologis Bandung yang dikelilingi sesar aktif menuntut kesiapan jangka panjang. Ia menekankan pentingnya mitigasi bencana, baik dari sisi struktural seperti ketahanan bangunan, maupun dari sisi kultural melalui edukasi dan latihan kesiapsiagaan gempa secara rutin.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, terutama di media sosial, dan hanya mengacu pada informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG yang terverifikasi. Hingga beberapa waktu setelah kejadian, tidak terpantau adanya gempa susulan.
Peristiwa ini dinilai sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran publik akan risiko kebencanaan di wilayah perkotaan padat penduduk seperti Bandung. Dengan kesiapsiagaan yang baik, dampak gempa bumi di masa mendatang diharapkan dapat diminimalkan, sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

