Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Olahraga

Wujudkan Blue Economy, TJSL PELNI Tanam Ribuan Bibit Lamun di Kepulauan Dompak

Sabtu, 15 November 2025 09:53
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
– PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melaksanakan kegiatan penanaman bibit lamun di Kepulauan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau pada Jumat (14/11).

LUMINASIA.ID - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melaksanakan penanaman ribuan bibit lamun di Kepulauan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Jumat (14/11).

Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PELNI untuk mendukung implementasi blue economy sekaligus memperkuat mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan penyerapan karbon di ekosistem laut.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 3.000 bibit lamun ditanam di area Pelabuhan Dompak. Penanaman melibatkan masyarakat sekitar dan dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum Drs. Marzul Hendri; Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati; Vice President Treasury dan TJSL PELNI Fauziah Ferryna; Vice President Manajemen Risiko dan ESG PELNI Tatang R. Dasuki; Direktur CarbonEthics Agung Bimo Soewadji; serta Kepala Cabang PELNI Tanjungpinang I.B.A. Putra Kencana.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan program ini akan berlangsung sebagai proyek jangka panjang selama satu tahun.

“Program TJSL penanaman lamun ini merupakan langkah strategis PELNI dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam core business maritim. Dengan memanfaatkan keunggulan lamun sebagai blue carbon sink, kami tidak hanya berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, tetapi juga menjaga kelestarian laut yang menjadi jalur operasional kami,” ujar Anik.

Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menjaga ekosistem bawah laut. Implementasi konsep blue economy dilakukan untuk memastikan pengelolaan sumber daya laut berjalan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

“PELNI bekerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas nelayan, dan lembaga konservasi untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan melestarikan lamun, kami mendukung keberlanjutan perikanan lokal, mencegah abrasi, dan membuka peluang ekowisata baru di Tanjungpinang,” tambah Anik.

Kepala Cabang PELNI Tanjungpinang, I.B.A. Putra Kencana, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan terhadap program tersebut.

“Sebagai salah satu pusat operasional PELNI di Kepulauan Riau, kami sangat mendukung program penanaman lamun ini. Semoga 3.000 bibit lamun ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Putra.

Melalui program TJSL, PELNI menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan laut, sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, serta penguatan pembangunan berkelanjutan.

Tags: PELNI TJSL

Baca Juga

Antusiasme Tinggi, Diskon Tiket Kapal PELNI 20 Persen Tersisa 32 Persen
Antusiasme Tinggi, Diskon Tiket Kapal PELNI 20 Persen Tersisa 32 Persen
Standar Keamanan Pangan Diperkuat, PT Pelni Terima Sertifikat HACCP di KM Lambelu
Standar Keamanan Pangan Diperkuat, PT Pelni Terima Sertifikat HACCP di KM Lambelu
Direktur Utama PELNI Tinjau Kesiapan KM Nggapulu Hadapi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Direktur Utama PELNI Tinjau Kesiapan KM Nggapulu Hadapi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Dukung Operasi Kemanusiaan Polri, PELNI Kerahkan KM Egon Angkut 237 Personel dan Logistik ke Sumatera
Dukung Operasi Kemanusiaan Polri, PELNI Kerahkan KM Egon Angkut 237 Personel dan Logistik ke Sumatera
PELNI Berangkatkan 15 Kontainer Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra dengan KM Kelud, 32 Kontainer Tunggu Jadwal
PELNI Berangkatkan 15 Kontainer Bantuan untuk Korban Banjir Sumatra dengan KM Kelud, 32 Kontainer Tunggu Jadwal
Penumpang Nataru PELNI Diproyeksi Melonjak, Penjualan Tiket Naik 12,3 Persen
Penumpang Nataru PELNI Diproyeksi Melonjak, Penjualan Tiket Naik 12,3 Persen

Populer

  • 1
    Stephen Curry Ungkap Peran Keluarga di Balik Ketangguhan Kariernya di NBA
  • 2
    Zulkifli Terpilih Nahkodai PGRI Cabang Bajeng Lima Tahun ke Depan
  • 3
    Harga Emas Hari Ini Antam Turun Rp43.000, Pecahan 1 Gram Kini Rp2.904.000
  • 4
    Strategi Sony Menahan PS6: PS5 Masih Jadi Andalan, Generasi Baru Datang 2028?
  • 5
    Harga Emas Hari Ini, Antam Jadi Rp2,95 Juta

Ekonomi

  • Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
    Harga Emas Antam di Makassar Hari Ini Stabil, Pecahan 1 Gram Tembus Rp2,95 Juta
  • Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
    Saham BMRI Masuk dalam Saham dengan Pembelian ASing Terbesar
  • Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta
    Harga Emas Hari Ini, Antam Mulai Rp1,527 Juta

Peristiwa

  • Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
    Perbedaan Awal Ramadhan 2026 Jadi Ruang Edukasi Ilmiah dan Toleransi Umat
  • Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
    Sambut Ramadhan, PHI Bersih-Bersih Masjid Anshar Somba Opu
  • Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
    Kerry Adrianto Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Minyak, Anak Buron Riza Chalid Minta Keadilan ke Prabowo Subianto
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID