LUMINASIA.ID - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) melaksanakan penanaman ribuan bibit lamun di Kepulauan Dompak, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Jumat (14/11).
Kegiatan ini menjadi bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PELNI untuk mendukung implementasi blue economy sekaligus memperkuat mitigasi perubahan iklim melalui peningkatan penyerapan karbon di ekosistem laut.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 3.000 bibit lamun ditanam di area Pelabuhan Dompak. Penanaman melibatkan masyarakat sekitar dan dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Staf Ahli Bidang Pemerintahan Politik dan Hukum Drs. Marzul Hendri; Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI Anik Hidayati; Vice President Treasury dan TJSL PELNI Fauziah Ferryna; Vice President Manajemen Risiko dan ESG PELNI Tatang R. Dasuki; Direktur CarbonEthics Agung Bimo Soewadji; serta Kepala Cabang PELNI Tanjungpinang I.B.A. Putra Kencana.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, mengatakan program ini akan berlangsung sebagai proyek jangka panjang selama satu tahun.
“Program TJSL penanaman lamun ini merupakan langkah strategis PELNI dalam mengintegrasikan prinsip ESG ke dalam core business maritim. Dengan memanfaatkan keunggulan lamun sebagai blue carbon sink, kami tidak hanya berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim, tetapi juga menjaga kelestarian laut yang menjadi jalur operasional kami,” ujar Anik.
Sebagai perusahaan pelayaran nasional, PELNI menekankan pentingnya tanggung jawab dalam menjaga ekosistem bawah laut. Implementasi konsep blue economy dilakukan untuk memastikan pengelolaan sumber daya laut berjalan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
“PELNI bekerja sama dengan pemerintah daerah, komunitas nelayan, dan lembaga konservasi untuk memastikan keberlanjutan program. Dengan melestarikan lamun, kami mendukung keberlanjutan perikanan lokal, mencegah abrasi, dan membuka peluang ekowisata baru di Tanjungpinang,” tambah Anik.
Kepala Cabang PELNI Tanjungpinang, I.B.A. Putra Kencana, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan terhadap program tersebut.
“Sebagai salah satu pusat operasional PELNI di Kepulauan Riau, kami sangat mendukung program penanaman lamun ini. Semoga 3.000 bibit lamun ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat,” ujar Putra.
Melalui program TJSL, PELNI menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan laut, sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, serta penguatan pembangunan berkelanjutan.

