LUMINASIA.ID - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) memastikan kesiapan armada dalam melayani angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui pemantauan langsung jajaran direksi.
Direktur Utama PELNI Tri Andayani melakukan monitoring operasional KM Nggapulu saat kapal tersebut sandar di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batam, sebagai bagian dari upaya memastikan layanan pelayaran berjalan aman, tertib, dan nyaman selama masa puncak libur akhir tahun.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Tri Andayani yang akrab disapa Anda didampingi oleh Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda, Kepala Cabang PELNI Batam Edwin Kurniansyah, serta Nakhoda KM Nggapulu Capt. Roberto Matualage.
Anda menjelaskan bahwa peninjauan ini bertujuan memastikan seluruh aspek kesiapan kapal, mulai dari kondisi armada, pelayanan penumpang, hingga penerapan standar keselamatan pelayaran selama periode Nataru 2025/2026.
“Saya mengimbau seluruh penumpang KM Nggapulu untuk selalu menjaga ketertiban, mematuhi ketentuan keselamatan, dan menjaga kebersihan kapal selama pelayaran agar perjalanan kita semua berjalan lancar dan nyaman,” ujar Anda.
Selain itu, Direktur Utama PELNI juga menyampaikan ucapan selamat menikmati libur Natal dan Tahun Baru kepada seluruh penumpang KM Nggapulu melalui sistem pengeras suara kapal, sehingga pesan tersebut dapat disampaikan secara langsung kepada seluruh penumpang di atas kapal.
Sementara itu, Kepala Cabang PELNI Batam Edwin Kurniansyah menegaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang selama periode Nataru, PELNI tetap memastikan operasional kapal berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jumlah penumpang saat ini masih sesuai dengan kapasitas kapal serta batas dispensasi yang diberikan oleh Kementerian Perhubungan, dan kami terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan keselamatan serta kenyamanan penumpang tetap terjaga,” kata Edwin.
Sebagai bagian dari strategi penguatan layanan Nataru, KM Nggapulu dijadwalkan melayani Pelabuhan Batam sebanyak tiga keberangkatan pada Desember 2025 dan dua keberangkatan pada Januari 2026.
Pengoperasian ini dilakukan untuk mendukung operasional KM Kelud selama periode Nataru, dengan melayani rute Tanjung Priok–Batam–Belawan pulang pergi.
Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi lonjakan penumpang serta menjaga kelancaran transportasi laut di wilayah barat Indonesia selama masa libur Natal dan Tahun Baru.
Setelah periode angkutan Nataru berakhir pada 8 Januari 2026, KM Nggapulu akan kembali melayani rute regulernya, yakni Tanjung Priok–Surabaya–Makassar–Bau-Bau–Namlea–Ambon–Ternate–Bitung–Ternate–Ambon pulang pergi.
Sebagai informasi, PELNI saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang yang melayani 511 ruas dengan total 1.359 rute dan menyinggahi 74 pelabuhan di seluruh Indonesia.
Selain angkutan penumpang, PELNI juga melayani 30 trayek kapal perintis untuk mendukung konektivitas wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP) dengan singgah di 230 pelabuhan pada 522 ruas pelayaran.
Di sektor logistik, PELNI mengoperasikan delapan trayek tol laut, satu trayek kapal ternak, serta 18 kapal rede guna mendukung distribusi barang dan ketahanan logistik nasional.

