LUMINASIA.ID - Event sosialisasi Indosat Ooredoo Hutchison terkait keamanan dalam berkomunikasi dengan vitur SATSPAM di IM3, digelar di Verda, Makassar, Senin (17/11/2025)
Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Perlindungan Konsumen dan Perijinan Lembaga Jasa Keuangan OJK Sulselbar, Arif Machfoed, hadir dalam kesempatan ini memaparkan data terbaru melalui Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang menunjukkan bahwa meski volume laporan terus meningkat, tingkat keberhasilan pemblokiran dana masih rendah.
Berdasarkan paparannya, IASC telah menerima total 274.722 laporan penipuan dalam periode November 2024 hingga 30 September 2025. Dari total tersebut, sebanyak 443.235 rekening diduga terlibat, namun rekening yang berhasil diblokir baru mencapai 87.819 rekening atau sekitar 19,81%.
Lebih lanjut, menurut Arif, tingginya kerugian yang tercatat—yang secara nasional ditaksir mencapai lebih dari Rp7,5 triliun per September 2025—tidak sebanding dengan angka pemulihan. Tingkat keberhasilan pemblokiran dana korban hanya 6,44%, sehingga kolaborasi antarsektor dinilai mutlak diperlukan.
Ia juga menegaskan bahwa industri telekomunikasi seperti Indosat memainkan peran strategis, bukan hanya dalam memerangi scam, tetapi juga dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui kerja sama dengan sektor perbankan.
Dalam kesempatan tersebut EVP Head of Circle Kalisumapa Indosat Ooredoo Hutchison, Swandi Swandi Tjia menegaskan pentingnya peran penyedia layanan telekomunikasi dalam mengambil langkah preventif sejak dini.
“Indosat terus membangun sistem keamanan yang makin canggih dan adaptif terhadap pola kejahatan digital, sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal bagi para pengguna layanan telekomunikasinya," ujarnya.

