LUMINASIA.ID, Makassar – Menjelang datangnya bulan suci, umat Islam kerap mendengar istilah tarhib Ramadhan. Banyak yang memahaminya sebatas seremoni atau kegiatan rutin tahunan. Padahal, tarhib memiliki makna yang jauh lebih dalam: sebuah momentum menata ulang hati, pikiran, dan arah hidup sebelum memasuki bulan penuh ampunan.
Dilansir Detik, secara bahasa, tarhib berasal dari kata Arab yang bermakna menyambut dengan kelapangan dan keterbukaan. Dalam praktiknya, tarhib Ramadhan menjadi ajakan untuk benar-benar siap lahir batin. Bukan hanya menyiapkan jadwal ibadah atau menu sahur, tetapi juga membersihkan niat serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Para ulama menjelaskan bahwa Ramadhan adalah madrasah besar pembentuk pribadi bertakwa. Karena itu, persiapan sebelum memasukinya menjadi bagian penting. Tanpa persiapan, seseorang bisa saja menjalani Ramadhan seperti bulan biasa tanpa perubahan berarti.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat menerangkan bahwa tarhib merupakan proses melapangkan diri agar siap menerima seluruh program ilahi selama Ramadhan. Puasa, qiyamul lail, tilawah Al-Qur’an, hingga sedekah, semuanya bertujuan mengembalikan manusia kepada fitrahnya sebagai hamba Allah.
Masa Syaban yang hadir sebelum Ramadhan pun disebut sebagai waktu pemanasan. Di bulan inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, memperkuat niat, serta mulai membiasakan diri dengan amalan yang nanti akan memuncak saat Ramadhan tiba.
Ada beberapa bentuk tarhib yang bisa dilakukan. Mulai dari memperbanyak istighfar, memperdalam ilmu agama agar ibadah sesuai tuntunan, hingga menyelesaikan urusan dengan sesama manusia. Sebab, hati yang masih penuh beban sering kali membuat ibadah sulit terasa nikmat.
Selain itu, memohon agar diberi umur panjang dan kesehatan untuk bertemu Ramadhan juga menjadi bagian penting dari tarhib. Tidak semua orang mendapat kesempatan kembali menikmati bulan mulia tersebut.
Dengan memahami makna ini, tarhib Ramadhan seharusnya tidak berhenti pada pawai, spanduk, atau acara seremonial. Lebih dari itu, ia adalah panggilan untuk berbenah, agar ketika Ramadhan datang, seorang muslim sudah berada dalam kondisi terbaik untuk meraih ampunan dan rahmat Allah SWT.
Semoga dengan persiapan yang matang, Ramadhan tahun ini benar-benar membawa perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.

