LUMINASIA.ID, MAKASSAR — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar mengambil langkah strategis untuk meningkatkan ketertiban, kenyamanan, dan profesionalisme layanan di Pelabuhan Makassar melalui penataan kembali Unit Usaha Jasa Tenaga Kerja (TK) Bagasi.
Penataan ini menjadi bagian dari komitmen kedua institusi untuk memastikan pelayanan kepada pengguna jasa berjalan optimal, tertib, dan sesuai standar pelayanan kepelabuhanan modern, dengan pendekatan humanis bertajuk “Melayani dengan Sepenuh Hati”.
Kepala KSOP Utama Makassar, Jon Kenedi, menyatakan bahwa penataan ulang TK Bagasi merupakan langkah penting agar seluruh aktivitas di area terminal penumpang berjalan teratur dan memenuhi ketentuan regulasi.
“Pelabuhan adalah kawasan strategis dan objek vital milik negara yang menuntut ketertiban, keamanan, dan pelayanan yang profesional. Penataan kembali Unit Usaha Jasa TK Bagasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menciptakan suasana pelayanan yang lebih tertib dan memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi erat antara KSOP dan Pelindo menjadi kunci dalam membangun tata kelola kepelabuhanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pelindo Regional 4 yang responsif dan kooperatif. Pendekatan humanis ini sangat penting untuk memastikan transformasi berjalan dengan baik tanpa mengganggu mata pencaharian tenaga kerja yang telah lama beraktivitas di pelabuhan,” tambahnya.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menuturkan bahwa penataan dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga menciptakan arah pengelolaan yang jelas, tertata, dan sesuai standar perusahaan.
“Pelindo selalu berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Penataan ini kami jalankan secara humanis dan terukur, sejalan dengan spirit ‘Melayani dengan Sepenuh Hati’. Artinya, setiap kebijakan harus tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan para tenaga kerja,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh tenaga kerja yang terlibat dalam layanan bagasi akan mendapatkan pembinaan dan penataan ulang alur kerja agar lebih profesional.
“Kami ingin menciptakan pengalaman baru bagi pengguna jasa yang lebih tertib, lebih cepat, dan lebih nyaman. Untuk itu, para tenaga kerja juga akan diberikan arahan, pembinaan, serta penataan alur kerja yang lebih profesional sehingga seluruh pihak merasakan manfaatnya,” katanya.
Divison Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, menyatakan bahwa penataan akan mencakup pendataan ulang tenaga kerja, pembagian area operasional, keseragaman pakaian dan identitas petugas, hingga standardisasi SOP layanan.
“Kami ingin menghadirkan sistem layanan yang lebih modern dan tertib. Penataan ini mencakup pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, penyusunan SOP layanan, dan pengawasan bersama KSOP. Semua dilakukan untuk memastikan proses layanan bagasi berjalan profesional dan bisa dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis tetap menjadi prioritas.
“Kami melibatkan seluruh tenaga kerja secara langsung, mengedukasi mereka, dan memastikan bahwa perubahan ini justru menciptakan kenyamanan baru bagi mereka dalam bekerja. Pada akhirnya, tenaga kerja yang rapi, teratur, dan profesional akan meningkatkan citra Pelabuhan Makassar sebagai gerbang utama Kawasan Timur Indonesia,” ujarnya.
Sinergi Pelindo Regional 4 dan KSOP Utama Makassar ini menjadi bagian dari transformasi layanan kepelabuhanan menuju standar pelayanan yang lebih profesional.
Fokus penataan meliputi penertiban dan pendataan ulang tenaga kerja TK Bagasi, pembagian area operasional, penataan alur layanan, serta penerapan atribut dan identitas resmi bagi tenaga kerja.
Melalui penataan ini, Pelabuhan Makassar diharapkan mampu menghadirkan layanan yang lebih cepat, tertib, humanis, dan kompetitif, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui koordinasi intensif dan standar layanan yang semakin baik.

