LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Ratusan kader Nahdlatul Ulama (NU) menyambut antusias kehadiran KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin di Makassar, Sulawesi Selatan.
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, tersebut hadir dalam kegiatan silaturahmi bertajuk Pembumian Qanun Asasi untuk Nahdlatul Ulama yang digelar di Hotel Claro Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Kikin menyatakan kesiapannya untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Pernyataan itu disampaikan Gus Kikin seusai mengikuti kegiatan bersama jajaran Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Gus Kikin mengatakan, dirinya siap menjalankan amanah apabila dipercaya untuk memimpin PBNU.
"Siap. Namanya berkhidmat di NU itu ya berkhidmat. Bukan jadi pemimpin di NU itu terus menikmati. Khidmat itu tanggung jawab kepada umat," ujar Gus Kikin.
Sebelumnya, Gus Kikin telah mengantongi dukungan resmi dari PWNU Jawa Timur bersama 45 PCNU se-Jawa Timur untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 NU.
Kini, dukungan terhadap Gus Kikin juga datang dari kader dan pengurus NU di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Meski demikian, Gus Kikin mengaku tidak menghitung berapa banyak dukungan yang telah diterimanya.
"Waduh, saya tidak menghitung itu. Kalau mau dipilih ya silakan saja. Kesiapannya siap. Kalau ditunjuk siap, kalau tidak dipilih ya saya tidak apa-apa," katanya.
Bagi Gus Kikin, menjadi pemimpin di NU bukanlah persoalan mengejar jabatan, melainkan bentuk pengabdian kepada umat.
Ia menegaskan, siapapun yang dipercaya nantinya harus mampu menjalankan amanah dan mengedepankan kepentingan umat.
Gus Kikin hadir di Makassar bukan semata untuk membicarakan kontestasi kepemimpinan PBNU.
Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus upaya memperkenalkan kembali Qanun Asasi yang menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.
"Kehadiran saya di Makassar, pertama adalah merajut silaturahmi. Yang kedua, saya mengenalkan buku Qanun Asasi," ujar Gus Kikin kepada awak media.
Menurut Gus Kikin, Qanun Asasi merupakan pedoman dasar yang memiliki kaitan erat dengan fondasi awal berdirinya NU.
Dokumen tersebut merupakan warisan pemikiran Hadratus Syekh KH Hasyim Asy'ari yang dirumuskan pada periode awal berdirinya NU.
Gus Kikin ingin Qanun Asasi kembali dipahami dan diterapkan dalam kehidupan organisasi NU.
Ia berharap nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat memperkuat kebersamaan dan kekeluargaan di tubuh NU.
"Supaya NU nanti itu jadi guyub, jadi adem, jadi ayem, tentrem," tegasnya.
Menurutnya, ketika pedoman dasar tersebut dahulu dijalankan dengan baik, hubungan kekeluargaan di lingkungan NU juga menjadi kuat.
Kondisi tersebut, kata dia, turut memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia yang lebih aman serta tenteram.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Forum tersebut akan menjadi momentum bagi Nahdlatul Ulama untuk menentukan kepemimpinan organisasi ke depan.



