Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Pengukuran Ulang Lahan PTPN Takalar Dihadapi Penolakan Petani, Proses Diminta Lebih Partisipatif

Kamis, 4 Desember 2025 14:14
Editor: Luminasia.id
  • Bagikan
Peristiwa di Takalar

Luminasia, Takalar - Pemerintah Kabupaten Takalar menerbitkan surat pelaksanaan pengukuran ulang areal Hak Guna Usaha (HGU) PTPN Takalar pada 2 Desember 2025. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut sejumlah rekomendasi dan keputusan lembaga terkait agraria. Namun, rencana ini mendapat penolakan dari sebagian Petani Polongbangkeng yang menilai prosesnya belum menghadirkan ruang partisipasi yang memadai.

Surat Bupati Takalar mengenai “Kegiatan Plotting Lahan HGU PTPN” menjadi dasar pelaksanaan pengukuran ulang ini. Langkah tersebut merujuk pada Surat Rekomendasi Komnas HAM tentang Kesepakatan Mediasi Nomor 01/KP/MD.00.01/1/2023, SK Gugus Tugas Reforma Agraria Nomor 297 Tahun 2025, serta hasil Rapat Teknis Forkopimda dan Direktur PTPN pada 24 November 2025.

Di lapangan, sejumlah petani menyampaikan keberatan. Mereka menilai proses pengukuran belum menggambarkan pemahaman menyeluruh atas kondisi di wilayah tersebut. “Mereka yang turun untuk mengukur lahan mengaku tidak memiliki peta. Hal ini justru menunjukkan bahwa mereka tidak memahami persoalan,” ujar salah seorang Petani Polongbangkeng.

Para petani juga menekankan pentingnya pelibatan warga yang selama ini mengelola lahan sengketa. Mereka berharap setiap tahapan teknis mempertimbangkan posisi mereka sebagai pihak terdampak. “Jika mereka ingin melakukan pengukuran secara adil, maka mereka harus melibatkan kami sebagai warga terdampak,” tambahnya.

Di sisi lain, sebagian petani menilai ruang komunikasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat masih perlu diperluas. Mereka merujuk pada rekomendasi Komnas HAM yang menekankan perlunya pelibatan masyarakat dalam penyelesaian konflik agraria, terutama mengingat sebagian lahan tersebut telah dikelola secara produktif selama bertahun-tahun. “Pemda dan aparat bisa bekerja tanpa kantor, tapi petani tanpa lahan bukanlah petani, melainkan pengangguran. Petani tanpa lahan akan kehilangan identitasnya,” kata seorang Petani Polongbangkeng.

Sejak pagi, warga telah bersiaga di Posko Lassang Barat sambil memantau perkembangan situasi. Menurut keterangan warga, aparat keamanan berada di lokasi pengukuran sejak sekitar pukul 08.30 WITA. Rencana pengukuran kemudian direspons dengan aksi penolakan yang dilakukan petani di titik yang direncanakan sebagai lokasi plotting.

Kehadiran Pemkab Takalar bersama pihak PTPN turut memicu kekhawatiran sebagian warga karena sebelumnya perusahaan juga pernah melakukan plotting yang dinilai tidak melibatkan petani. Kondisi tersebut membuat situasi lapangan menjadi tegang hingga pengukuran ulang tidak dapat dilaksanakan.

Pihak pendamping hukum petani juga menyampaikan pandangannya. “Proses pengukuran ulang harus melibatkan secara penuh Petani yang telah menguasai dan merupakan pemilik sah lahan di eks HGU PTPN Takalar, karena merekalah yang akan terdampak langsung dari tindakan plotting tersebut. Jika hal ini terus dipaksakan, konflik agraria akan semakin parah dan memperpanjang penindasan terhadap Petani Takalar,” tegas Hasbi dari LBH Makassar.

Meski demikian, Petani Polongbangkeng menilai proses ini masih perlu dikawal ke depan. Mereka menyoroti perlunya penanganan yang lebih terbuka dan mengakomodasi seluruh pemangku kepentingan. Menjelang siang hari, sebelum pukul 12.00 WITA, rombongan Pemkab Takalar meninggalkan lokasi dengan pengawalan aparat keamanan.

Tags: Takalar

Baca Juga

HUT Takalar ke-66, Bupati Gowa Apresiasi Transformasi Digital Pelayanan Publik
HUT Takalar ke-66, Bupati Gowa Apresiasi Transformasi Digital Pelayanan Publik
Muhiddin M Said dan Arief Rosyid Perkuat Konsolidasi Partai Golkar di Takalar
Muhiddin M Said dan Arief Rosyid Perkuat Konsolidasi Partai Golkar di Takalar
 Siswa SMKN 7 Takalar Dapat Pembekalan Safety Riding
Siswa SMKN 7 Takalar Dapat Pembekalan Safety Riding
Warga Desa Kaleko'mara Takalar Kini Bisa Nikmati 4G Telkomsel
Warga Desa Kaleko'mara Takalar Kini Bisa Nikmati 4G Telkomsel
Siswa SMP Islam Athirah Belajar Ekosistem di PPLH Puntondo
Siswa SMP Islam Athirah Belajar Ekosistem di PPLH Puntondo
Festival Tani Takalar: Menjaga Ingatan, Merawat Harapan
Festival Tani Takalar: Menjaga Ingatan, Merawat Harapan

Populer

  • 1
    LENGKAP! Ini Jadwal MPL ID S17 Hari Ini: EVOS Hadapi NAVI, Team Liquid ID Ditantang RRQ, ONIC Jumpa Alter Ego
  • 2
    Nasib Juri Cerdas Cermat MPR Usai Viral, Kini Nonaktif dan Terancam Sanksi
  • 3
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • 4
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • 5
    VfL Wolfsburg vs FC Bayern Munchen: Menang 4-0, Bayern Juara DFB-Pokal Wanita 2026

Ekonomi

  • Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos
    Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP, Bisa Gunakan Aplikasi Cek Bansos
  • Panti Asuhan Al Aqza Tallo Dapat Bantuan dari Pertamina
    Panti Asuhan Al Aqza Tallo Dapat Bantuan dari Pertamina
  • SPJM Perkuat Kualitas Standar Keselamatan Lewat Endorsement Pandu
    SPJM Perkuat Kualitas Standar Keselamatan Lewat Endorsement Pandu

Peristiwa

  • Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
    Sudah Cair, Ini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Lewat HP
  • Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
    Nadiem Operasi Apa? Ternyata Berhubungan dengan Area Anus, Ini Penjelasannya
  • GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
    GMTD Gelar Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis Peringati Hari Hipertensi Sedunia
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID