LUMINASIA.ID – Kantor Cabang PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Wilayah Makassar mengambil peran strategis dalam upaya penanggulangan bencana nasional dengan membuka layanan pengiriman barang bantuan secara gratis untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera Utara (Sumut).
Layanan ini, yang sudah mulai berlaku secara serentak di seluruh kantor cabang sejak Kamis (4/12/2025) sampai dengan Selasa (9/12/2025) merupakan jembatan logistik kemanusiaan yang menghubungkan kepedulian masyarakat Sulawesi Selatan dengan saudara-saudara yang terdampak bencana.
Kepala Cabang PT PELNI Wilayah Makassar, H. Darman, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata komitmen BUMN pelayaran untuk tidak hanya menghubungkan pulau, tetapi juga menghubungkan kepedulian.
"Kami di Makassar siap memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan ini tanpa dipungut biaya sepeser pun. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami, memastikan logistik dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk dari Sulawesi Selatan, dapat segera sampai ke wilayah yang membutuhkan di Sumatera Utara," ujar Darman dalam keterangannya Jumat (5/12/2025).
Menurut Darman, seluruh bantuan yang dikumpulkan dari Makassar akan melalui proses konsolidasi logistik.
Barang-barang ini akan diangkut menggunakan kapal penumpang Pelni menuju Jakarta. Dari Ibukota, bantuan akan dipindahkan ke KM Kelud, kapal yang secara reguler melayani rute vital menuju Pelabuhan Belawan, Medan, Sumatera Utara.
"Dari Sumatera Utara bantuan didistribusikan ke wilayah terdampak bencana lainnya" katanya qpar Darman.
Penggunaan kapal penumpang ini menjamin kecepatan dan keandalan pengiriman logistik dalam jumlah besar.
Untuk mempermudah akses masyarakat Makassar dan sekitarnya, H. Darman telah menetapkan tiga lokasi utama sebagai sentra penerimaan barang bantuan.
Yakni di Gudang PELNI Logistik di Jalan Dakwah., Makassar, kantor Pelni JL Sawerigading, dan posko di Terminal Keberangkatan Pelindo di kawasan Pelabuhan Makassar.
"Kami mengimbau masyarakat, komunitas, maupun lembaga di Makassar yang berkeinginan mengirimkan bantuan untuk segera membawanya ke salah satu dari dua lokasi ini. Petugas kami sudah disiagakan untuk membantu proses penerimaan, pendataan, dan pengepakan awal sebelum diberangkatkan," jelas H. Darman.
Demi menjamin kelancaran, keamanan, dan ketepatan sasaran bantuan, H. Darman menekankan pentingnya donatur mematuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Pertama, jenis barang harus murni bantuan kemanusiaan non-komersial, seperti kebutuhan pokok (sembako), pakaian layak pakai, selimut, peralatan mandi, obat-obatan, serta kebutuhan khusus untuk wanita dan bayi. Barang-barang ini harus aman, tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan bukan barang terlarang yang melanggar hukum pelayaran.
Kedua, aspek administrasi dan pengepakan sangat krusial. Pengirim wajib mengemas barang dengan kuat dan rapi. Barang pecah belah harus diberi tanda peringatan "Fragile" yang jelas. Dari sisi dokumen, pengiriman harus disertai surat pengantar resmi dari lembaga/komunitas. Jika pengirim adalah perorangan, wajib melampirkan surat pernyataan bantuan kemanusiaan yang ditandatangani dan dilengkapi dengan daftar rincian lengkap isi bantuan.
Darman menambahkan, "Untuk saat ini, fokus layanan pengiriman gratis kami adalah hingga ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara. Kami berharap dengan adanya fasilitas ini, volume bantuan yang terkumpul semakin besar, memungkinkan distribusi segera dilakukan ke daerah-daerah yang akses daratnya sulit dijangkau."
Layanan kemanusiaan ini merupakan kelanjutan dari langkah awal yang telah diambil PELNI, di mana sebelumnya perusahaan juga telah menyalurkan bantuan logistik langsung ke Sumatera Utara dan Sumatera Barat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai jadwal pengiriman dan detail teknis lainnya, masyarakat dapat menghubungi Call Center PELNI di 162 atau langsung berkonsultasi dengan petugas di Kantor Cabang PELNI terdekat.
"Tidak ada maksimla berat untuk barang yang dikirim. Sampai ton juga bisa," tutup Darman.

