LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Nusantara Modest Fashion Festival (Numo Fest) 2026 resmi dibuka di Trans Studio Mall Makassar, Jumat (16/1/2026).
Makassar dipilih sebagai kota pembuka rangkaian festival nasional yang menggabungkan promosi sistem pembayaran digital QRIS Tap, pemberdayaan UMKM, serta kampanye yang terinspirasi dari film drama religi Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? yang akan tayang serentak di bioskop mulai 29 Januari 2026.
Pembukaan Numo Fest dihadiri CEO PT Netzme Kreasi Indonesia Vicky Ganda Saputra, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Ricky Satria, serta Head of Product & Technology Netzme Tata Martadinata.
Ketiganya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mendorong inklusi keuangan digital sekaligus memperkuat ekosistem UMKM.
Vicky Ganda Saputra mengatakan Numo Fest merupakan bagian dari kampanye terintegrasi film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? yang sejak awal dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga membawa dampak sosial dan ekonomi nyata.
“Film ini mengusung semangat pemberdayaan UMKM, khususnya perempuan muslim. Karena itu, Numo Fest kami hadirkan sebagai pengalaman nyata dari apa yang nanti dilihat di layar bioskop, bukan sekadar cerita,” ujar Vicky.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan ini akan berjalan secara serial di beberapa kota hingga hari penayangan film pada 29 Januari 2026. Harapannya, kegiatan tersebut mampu memberi nilai tambah berkelanjutan bagi UMKM.
“Kami ingin event ini tidak berhenti setelah film tayang. Numo Fest diharapkan menjadi program berkelanjutan yang memberi dampak ekonomi, literasi keuangan, dan inklusivitas bagi UMKM,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Netzme juga memperkenalkan Soundbox QRIS Netzme yang digunakan oleh UMKM partisipan. Alat pembayaran non tunai ini mampu menerima seluruh metode pembayaran QRIS, termasuk QRIS Tap, dan akan mengeluarkan notifikasi suara setiap kali transaksi berhasil.
“Soundbox QRIS ini kami hadirkan untuk membantu UMKM bertransaksi lebih mudah dan nyaman. Pedagang tidak perlu repot mengecek ponsel atau aplikasi, cukup mendengar notifikasi suara sebagai tanda pembayaran sukses,” jelas Vicky.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Ricky Satria menilai Numo Fest sebagai contoh kolaborasi konkret antara regulator, industri, dan masyarakat. Menurutnya, acara ini sejalan dengan semangat perubahan ke arah yang lebih baik melalui digitalisasi sistem pembayaran.
“Ini bukan sekadar acara seremonial atau diskusi konsep. Di sini masyarakat bisa langsung merasakan pengalaman bertransaksi digital, berbelanja, bersilaturahmi, dan menikmati hiburan dalam satu ruang,” ujar Ricky.
Ia menegaskan Makassar menjadi kota pertama di luar Jakarta yang dipilih untuk pengenalan QRIS Tap secara luas. Bank Indonesia, kata dia, akan terus mendorong perluasan penggunaan sistem pembayaran digital menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kami sudah menyiapkan roadmap pengembangan QRIS Tap di Sulawesi Selatan. Ke depan, implementasinya akan semakin luas, termasuk di sektor UMKM, pusat perbelanjaan, hingga layanan publik,” katanya.
Sementara itu, Head of Product & Technology Netzme Tata Martadinata menekankan bahwa QRIS Tap merupakan teknologi pembayaran karya anak bangsa yang dikembangkan secara mandiri dan berkelanjutan.
“QRIS Tap ini teknologi yang kami kembangkan bersama industri dalam negeri, bukan bergantung pada merek atau teknologi luar. Tahun ini, penggunaannya mulai didorong lebih luas,” ujar Tata.
Ia mengungkapkan, QRIS Tap saat ini telah digunakan di sejumlah transportasi publik di Jakarta, seperti MRT, LRT, KRL, dan TransJakarta. Di Makassar, implementasi QRIS Tap masih dalam tahap transisi dan uji coba di beberapa titik.
“Untuk sekarang, QRIS Tap sudah bisa digunakan di beberapa lokasi, seperti area parkir Siloam dan kawasan Pantai Akkarena. Promosinya memang belum besar-besaran, tapi akan kami dorong lebih luas dalam waktu dekat,” jelasnya.
Selain fokus pada sistem pembayaran digital, Numo Fest 2026 juga menjadi sarana promosi film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? yang mengangkat kisah perjuangan seorang perempuan bernama Sarah, diperankan oleh Revalina S. Temat. Film ini menceritakan perjalanan hidup Sarah setelah bercerai, ketika ia harus merawat mantan suami dan istri mudanya yang sakit, sekaligus berupaya memperbaiki hubungan dengan putrinya yang merasa tidak didengar, sebuah realitas yang kerap dikaitkan dengan fenomena fatherless.
Kisah tersebut menonjolkan keteguhan iman, kekuatan perempuan, serta dinamika keluarga dalam menghadapi kesulitan hidup. Nilai-nilai itu kemudian diterjemahkan dalam Numo Fest 2026 sebagai pengalaman nyata melalui UMKM, fashion, dan teknologi pembayaran yang juga muncul di dalam film.
Numo Fest 2026 di Trans Studio Mall Makassar akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu (16–18/1/2026). Beragam kegiatan disiapkan, mulai dari booth fashion dan UMKM, talkshow inspiratif, hingga aktivitas keluarga dan anak-anak.
Stand UMKM yang hadir antara lain ada Hoshi, Ria Miranda, Idajshari Fashion, dan Santri Muslim Wear
“Kami ingin menghadirkan experience yang sama seperti yang nanti ditonton di film. Apa yang ada di layar, itu juga bisa dirasakan langsung di sini,” tutup Tata.

