LUMINASIA.ID, EKONOMI - Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan pelemahan pada perdagangan hari ini di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan data terakhir, harga saham INET berada di level Rp560 per saham, turun 15 poin atau 2,61 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp575.
Tekanan jual sudah terlihat sejak awal sesi perdagangan. Hingga pukul 16.03 WIB (GMT+8), pergerakan harga INET konsisten berada di zona merah, menandakan minat beli investor masih terbatas. Kondisi ini membuat saham INET gagal mempertahankan level psikologis Rp570.
Dari sisi pergerakan harian, grafik intraday menunjukkan fluktuasi harga yang relatif sempit dengan kecenderungan melemah. Hal ini mencerminkan aksi jual yang berlangsung bertahap tanpa adanya dorongan rebound signifikan, baik dari investor ritel maupun pelaku pasar jangka pendek.
Secara teknikal, level Rp560 kini menjadi area support terdekat yang sedang diuji. Apabila tekanan jual berlanjut, saham INET berpotensi mengarah ke area support berikutnya di kisaran Rp550. Sementara itu, level Rp575–Rp580 menjadi zona resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan.
Pelemahan saham INET terjadi di tengah pergerakan pasar yang cenderung selektif, di mana investor lebih berhati-hati dalam memilih saham berkapitalisasi kecil dan menengah. Minimnya katalis positif jangka pendek membuat saham-saham di segmen ini lebih rentan terhadap aksi ambil untung.
Meski demikian, sebagian pelaku pasar menilai pergerakan INET saat ini masih dalam fase konsolidasi. Investor jangka menengah dan panjang umumnya menunggu kepastian arah tren serta perkembangan kinerja fundamental perusahaan sebelum kembali meningkatkan akumulasi.
Ke depan, pergerakan saham INET diperkirakan akan dipengaruhi oleh sentimen pasar secara umum serta potensi informasi korporasi dari manajemen. Investor disarankan mencermati volume transaksi dan pergerakan harga di sekitar level support untuk menentukan strategi investasi yang lebih terukur.

