LUMINASIA.ID, BOLA - Perubahan mulai terasa di sisi kanan pertahanan Liverpool, dan dampaknya kini langsung menyentuh nama besar Trent Alexander-Arnold. Kehadiran Jeremie Frimpong yang kian solid dalam beberapa pertandingan terakhir memunculkan dinamika baru di Anfield, sekaligus membuka perdebatan soal kebutuhan Liverpool terhadap Alexander-Arnold ke depan.
Dilansir Yahoo, selama bertahun-tahun, Alexander-Arnold dikenal sebagai bek kanan dengan kontribusi ofensif luar biasa. Namun, kelemahannya dalam aspek defensif kerap menjadi sorotan, terutama ketika Liverpool membutuhkan keseimbangan saat menghadapi lawan dengan serangan cepat dari sayap.
Situasi tersebut kini mulai berubah seiring meningkatnya performa Frimpong. Meski sempat kesulitan beradaptasi akibat cedera dan penampilan yang belum konsisten di awal musim, bek asal Belanda itu perlahan menjelma menjadi opsi yang lebih komplet—menyerang tanpa mengorbankan soliditas bertahan.
Dalam laga melawan Marseille, perbedaan karakter tersebut terlihat jelas. Frimpong tampil disiplin dalam bertahan sekaligus aktif membantu serangan. Ia menjadi sosok kunci dalam terciptanya gol kedua Liverpool, meski gol tersebut akhirnya dicatat sebagai gol bunuh diri kiper lawan.
Data statistik semakin memperkuat kontras dengan Alexander-Arnold. Frimpong mencatat lima kontribusi defensif, memenangkan 75 persen tekel, serta 50 persen duel darat menurut SofaScore. Angka-angka ini menegaskan aspek yang selama ini menjadi titik kritik terhadap Alexander-Arnold.
Solidnya lini belakang Liverpool sepanjang pertandingan turut memperlihatkan bahwa keseimbangan di sektor kanan bisa tercapai tanpa mengandalkan kreativitas khas Alexander-Arnold. Hal ini membuat sebagian pendukung mulai mempertanyakan apakah Liverpool masih sepenuhnya membutuhkan profil bek kanan seperti sang wakil kapten.
Ke depan, persaingan di posisi bek kanan diprediksi semakin ketat. Frimpong yang terus berkembang memberi Liverpool opsi taktis baru, sementara Alexander-Arnold berada di titik krusial untuk membuktikan nilai tambahnya—baik melalui adaptasi peran, peningkatan aspek defensif, maupun kontribusi di area lain lapangan.

