LUMINASIA.ID, Istanbul — Gelandang Aston Villa Youri Tielemans menjadi pusat perhatian setelah terlibat insiden singkat di pinggir lapangan bersama pelatih Unai Emery, pada laga Liga Europa melawan Fenerbahce yang berakhir dengan kemenangan 1-0 bagi tim tamu, Jumat (23/1/2026).
Dilansir BBC via Yahoo, Tielemans ditarik keluar pada menit ke-92 saat Aston Villa berupaya mempertahankan keunggulan tipis. Ketika berjalan menuju area teknis, pemain timnas Belgia itu tampak mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Emery sebagai gestur profesional. Namun respons sang pelatih terlihat emosional, ketika Emery mendorong dada Tielemans di depan kamera.
Meski momen tersebut memancing perhatian publik, Tielemans memilih bersikap tenang. Ia tidak menunjukkan reaksi berlebihan dan langsung meninggalkan lapangan, sikap yang dinilai mencerminkan kedewasaan pemain berpengalaman di tengah tekanan laga krusial Eropa.
Unai Emery kemudian berusaha meredam isu yang berkembang. Dalam wawancara usai pertandingan, pelatih asal Spanyol itu menyebut hubungannya dengan Tielemans sangat dekat, dengan mengatakan, “He’s my son,” yang jika diterjemahkan secara harfiah berarti, “Dia adalah anak saya.” Pernyataan tersebut dimaksudkan Emery sebagai penegasan bahwa tidak ada konflik personal di antara keduanya.
Namun demikian, insiden tersebut tetap memicu diskusi soal batas profesionalisme. Mantan bek Aston Villa, Joleon Lescott, menilai gestur itu kurang pantas meski tidak berniat negatif. Ia menyatakan, “It might be innocent, but I don’t like that,” atau “Mungkin itu tidak berbahaya, tetapi saya tidak menyukainya.” Lescott menambahkan bahwa standar profesional seharusnya berlaku dua arah, dengan menegaskan, “If it was the other way around and the player refused to shake his manager’s hand, there would be uproar,” yang berarti “Jika situasinya terbalik dan pemain menolak berjabat tangan dengan manajer, pasti akan terjadi kegaduhan besar.”
Terlepas dari insiden tersebut, kontribusi Tielemans di lapangan tidak terbantahkan. Ia berperan penting menjaga ritme permainan hingga akhirnya gol tunggal Jadon Sancho—yang juga menjadi gol pertamanya bersama Aston Villa—memastikan kemenangan sekaligus tiket ke babak 16 besar Liga Europa dengan satu pertandingan tersisa.
Bagi Unai Emery, kemenangan ini juga menandai laga ke-100 dirinya di Liga Europa. Pelatih berusia 54 tahun itu tak menutupi ambisinya dengan mengatakan bahwa ia “is dreaming” atau “sedang bermimpi” untuk meraih gelar kelima di kompetisi tersebut.
Sementara itu, bagi Youri Tielemans, insiden di pinggir lapangan tidak mengalihkan fokus utamanya. Sikap tenang dan profesional sang gelandang justru menjadi gambaran komitmennya untuk terus membawa Aston Villa bersaing di level tertinggi kompetisi Eropa.

