Barcelona kembali diuji pada fase krusial musim ini setelah Pedri dipastikan harus menepi sekitar satu bulan akibat cedera otot paha kanan. Meski kehilangan sang gelandang kreatif, situasi ini justru menjadi ujian nyata bagi kedalaman skuad yang tengah dibangun Hansi Flick.
Absennya Pedri memaksa Barcelona menyesuaikan struktur permainan di lini tengah. Selama ini, pemain berusia 23 tahun itu berperan sebagai penghubung utama antara lini tengah dan depan, sekaligus penentu tempo saat Blaugrana menghadapi lawan dengan blok rendah. Tanpa Pedri, Flick harus mencari solusi alternatif untuk menjaga kontrol permainan.
Nama Fermin Lopez dan Dani Olmo diprediksi mendapat menit bermain lebih besar. Keduanya tampil menjanjikan dan menawarkan profil berbeda: Fermin dengan agresivitas serta pergerakan vertikal, sementara Olmo unggul dalam kreativitas dan kemampuan mencetak gol dari lini kedua. Situasi ini bisa membuka variasi taktik yang sebelumnya jarang digunakan.
Dari sisi jadwal, Barcelona menghadapi rangkaian laga padat di La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions. Cedera Pedri membuat rotasi menjadi keharusan, terutama demi menjaga kebugaran pemain inti lainnya yang juga sempat mengalami masalah fisik dalam beberapa pekan terakhir.
Meski begitu, pihak klub menilai hasil pemeriksaan medis sebagai kabar yang relatif melegakan. Pedri dipastikan terhindar dari cedera parah yang berpotensi membuatnya absen lebih lama, sebuah skenario yang sebelumnya sempat dikhawatirkan melihat riwayat kebugarannya.
Secara psikologis, tantangan terbesar Barcelona adalah menjaga konsistensi performa di tengah persaingan ketat perebutan gelar La Liga. Dengan selisih poin yang tipis dari Real Madrid, setiap laga tanpa Pedri akan menjadi penentu arah musim Blaugrana.
Barcelona berharap Pedri dapat kembali tepat waktu dan langsung menemukan ritme permainan. Namun sebelum itu, periode absennya sang gelandang akan menjadi momen penting untuk membuktikan bahwa Barcelona tak lagi bergantung pada satu pemain, melainkan pada kolektivitas tim.

