LUMINASIA.ID, BOLa - Arsenal mengambil langkah strategis dalam menjaga perkembangan salah satu talenta mudanya, Ethan Nwaneri, dengan meminjamkannya ke Marseille hingga akhir musim. Keputusan ini diambil di tengah ketatnya persaingan lini serang The Gunners, yang berpotensi menghambat menit bermain gelandang berusia 18 tahun tersebut.
Dilansir AFP via Yahoo, meski sempat mencuri perhatian musim lalu dengan torehan sembilan gol dan menandatangani kontrak baru berdurasi lima tahun, Nwaneri kesulitan menembus skuad utama Arsenal musim ini. Ia bahkan belum sekali pun menjadi starter di Premier League, meski klub London Utara itu tampil impresif sebagai pemuncak klasemen domestik dan Liga Champions.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, menegaskan bahwa peminjaman ini bukan bentuk penurunan kepercayaan, melainkan langkah pencegahan agar perkembangan sang pemain tidak terhenti. Menurutnya, menit bermain secara konsisten menjadi kebutuhan mutlak bagi pemain muda yang tengah berada di fase krusial karier.
Marseille dipilih bukan tanpa pertimbangan. Klub Prancis itu sebelumnya menjadi tempat pembentukan William Saliba sebelum sang bek menjelma menjadi pilar utama pertahanan Arsenal. Selain itu, keberadaan Roberto De Zerbi di kursi pelatih dinilai sebagai faktor penting, mengingat reputasinya dalam mengembangkan pemain muda dengan pendekatan permainan progresif dan berani.
Lingkungan kompetitif Ligue 1 serta atmosfer Stade Velodrome diyakini akan memberikan tantangan mental dan teknis yang dibutuhkan Nwaneri. Arsenal menilai pengalaman keluar dari “zona nyaman” London akan membantu sang pemain membangun karakter dan kematangan bermain.
Di sisi lain, Arsenal tetap fokus pada target jangka pendek mereka musim ini. Dengan kembalinya Gabriel Jesus dan Viktor Gyokeres ke performa terbaik serta Kai Havertz yang mulai pulih dari cedera, Arteta kini memiliki kedalaman skuad yang lebih seimbang jelang jadwal padat di berbagai kompetisi.
Peminjaman Ethan Nwaneri ke Marseille pun menjadi sinyal jelas bahwa Arsenal memilih jalur pengembangan jangka panjang, memastikan talenta mudanya tumbuh melalui kompetisi nyata, bukan sekadar menunggu kesempatan di bangku cadangan.

