LUMINASIA, SELEB - DJ Fat Tony akhirnya angkat bicara soal momen yang belakangan ramai diperbincangkan dari pernikahan Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz pada 2022. Alih-alih menambah panas konflik keluarga Beckham, sang DJ justru menyoroti satu hal utama: perasaan pengantin di hari paling penting dalam hidup mereka.
Dalam wawancara di ITV pada 23 Januari, DJ Fat Tony—yang mengisi musik sepanjang rangkaian tiga hari pernikahan—mengonfirmasi bahwa Brooklyn merasa terpukul ketika momen first dance yang ia kira akan dilakukan bersama istrinya justru berubah arah. Saat itu, penyanyi Marc Anthony memanggil “wanita tercantik di ruangan” ke panggung, yang ternyata adalah Victoria Beckham, bukan Nicola.
“Brooklyn benar-benar hancur,” ujar Tony. Ia menambahkan bahwa Nicola sempat meninggalkan ruangan sambil menangis. Menurutnya, suasana yang terjadi bukan sekadar soal tradisi atau spontanitas, melainkan bagaimana sebuah momen publik bisa menggeser makna personal bagi pasangan pengantin.
Tony menekankan bahwa keluarga Beckham dikenal hangat dan dekat, namun ia memilih berdiri pada satu prinsip: jika pengantin merasa tidak nyaman, maka situasi itu memang tidak pantas. “Ini tentang bagaimana Brooklyn merasakannya. Kalau dia merasa itu canggung dan tidak tepat, maka memang begitu adanya,” katanya.
Yang membuat situasi makin sulit, lanjut Tony, adalah efek lanjutan setelah acara. Saat brunch keesokan harinya, insiden tersebut menjadi bahan pembicaraan tamu. “Itu justru bagian paling canggung, karena semua orang mendiskusikan apa yang terjadi malam sebelumnya,” ujarnya.
Hingga kini, Victoria dan David Beckham belum memberikan pernyataan langsung soal klaim Brooklyn. Sementara itu, adik Brooklyn, Cruz Beckham, sempat menanggapi dengan cara bercanda di media sosial, menambah lapisan lain pada dinamika keluarga yang kini berada di bawah sorotan publik.
Di tengah derasnya spekulasi, kisah ini menyoroti satu hal yang sering terlupakan dalam pesta megah selebritas: bahwa di balik panggung, musik, dan nama besar, ada perasaan manusia biasa yang bisa terluka oleh satu momen yang meleset.

