LUMINASIA.ID, MELBOURNE — Di tengah hiruk-pikuk Australian Open 2026, satu pemandangan mencuri perhatian di Margaret Court Arena: deretan penonton mengenakan papan kuning bertuliskan huruf “L” besar. Bukan kampanye keselamatan lalu lintas, melainkan simbol dukungan untuk Learner Tien, petenis muda Amerika yang tampil bak tuan rumah di Melbourne.
Tien, 20 tahun, bukan hanya menyingkirkan unggulan berat Daniil Medvedev dengan skor meyakinkan 6-4, 6-0, 6-3. Ia juga menunjukkan kematangan mental yang jarang dimiliki pemain seusianya—bahkan saat pertandingan sempat terhenti akibat mimisan yang memaksanya mengambil medical timeout.
Alih-alih kehilangan ritme, Tien justru kembali dengan permainan yang lebih agresif dan tenang. Forehand-nya tajam, servisnya efektif, dan ekspresinya nyaris tak berubah ketika Medvedev terlihat frustrasi.
“Saya merasa nyaman di sini. Entah kenapa, setiap kali datang ke Australia, dukungan penonton selalu luar biasa,” ujar Tien usai laga.
Fenomena “L Plates”—yang biasanya wajib dipasang pengemudi pemula di Australia—menjadi metafora sempurna bagi perjalanan Tien: masih dalam tahap belajar, tetapi sudah cukup berani menyalip nama-nama besar di jalur cepat tenis dunia.
Kemenangan ini membawa Tien ke perempat final Australian Open, menjadikannya pemain termuda yang mencapai tahap tersebut dalam 11 tahun terakhir. Namun yang lebih mencolok adalah caranya menang: tanpa drama lima set, tanpa terlihat gentar menghadapi mantan finalis Grand Slam.
Ujian berikutnya jelas lebih berat. Alexander Zverev, unggulan ketiga sekaligus finalis Australian Open tahun lalu, sudah menunggu. Tien sadar betul tantangannya.
“Dia bermain luar biasa di sini. Ini akan jadi ujian besar,” kata Tien. “Tapi saya menantikannya.”
Di turnamen yang sering memisahkan talenta dari kedewasaan, Learner Tien menunjukkan bahwa status “learner” bukan berarti belum siap. Di Melbourne, ia sedang belajar dengan cepat—dan seluruh arena ikut menjadi saksi.

