LUMINASIA, Beijing — Presiden China Xi Jinping kembali menunjukkan kendali kuatnya atas militer setelah salah satu jenderal paling berpengaruh di negeri itu, Zhang Youxia, terseret tuduhan serius membocorkan informasi sensitif terkait senjata nuklir kepada Amerika Serikat. Kasus ini menandai babak baru dalam pembersihan elite militer China yang dilakukan Xi di tengah ketegangan geopolitik dan dinamika internal Partai Komunis.
Dilansir Yahoo, Zhang Youxia, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua Central Military Commission (CMC), merupakan figur lama dalam lingkaran kekuasaan Beijing dan bahkan dikenal sebagai sahabat masa kecil Xi Jinping. Namun, laporan media internasional menyebut Zhang diduga tidak hanya menyalahgunakan kewenangannya dengan menerima suap dalam promosi jabatan, tetapi juga membangun jaringan internal yang dianggap merusak persatuan partai dan militer.
Langkah penyingkiran Zhang memperlihatkan perubahan pendekatan Xi Jinping terhadap militer. Jika pada awal masa kepemimpinannya Xi masih mempertahankan keseimbangan di antara para jenderal senior, kini ia tampak memilih jalur konfrontatif demi memastikan tidak ada pusat kekuasaan alternatif di tubuh Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Tuduhan pelanggaran berat, termasuk isu kebocoran rahasia nuklir, memperkuat narasi bahwa loyalitas mutlak kepada Xi dan partai menjadi syarat utama bertahan di puncak militer China.
Sejumlah analis menilai kasus Zhang Youxia bukan semata persoalan hukum atau disiplin militer, melainkan bagian dari konsolidasi politik Xi Jinping. Dengan menyingkirkan figur sekelas Zhang, Xi mempertegas bahwa kedekatan personal tidak lagi menjadi tameng ketika menyangkut stabilitas kekuasaan dan kontrol partai atas senjata strategis negara.
Di sisi lain, pembersihan ini juga memunculkan pertanyaan soal stabilitas dan efektivitas militer China ke depan. Pergantian mendadak di jajaran tertinggi CMC berpotensi menciptakan kekosongan kepemimpinan dan memperlambat proses modernisasi militer, terutama di tengah meningkatnya ketegangan China dengan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Indo-Pasifik.
Bagi Xi Jinping, langkah keras terhadap Zhang Youxia mengirimkan pesan tegas ke dalam dan luar negeri: kendali atas militer berada sepenuhnya di tangannya, dan tidak ada kompromi bagi siapa pun yang dianggap mengancam otoritas partai maupun keamanan strategis China.

