Luminasia.ID, Thailand — Thailand Masters 2026 bukan sekadar turnamen BWF Super 300 biasa bagi India. Di tengah absennya nama-nama besar seperti PV Sindhu, Lakshya Sen, hingga pasangan elite Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, ajang ini justru menjadi panggung penting bagi generasi baru bulutangkis India untuk membuktikan kapasitas mereka di level internasional.
Fokus utama tertuju pada sektor tunggal putri, di mana Malvika Bansod dan Anmol Kharb diharapkan mampu memimpin perlawanan Merah Putih India di Patumwan. Keduanya membawa narasi berbeda, namun sama-sama sarat harapan.
Bansod tengah menjalani fase kebangkitan setelah musim 2025 yang nyaris terhapus akibat cedera panjang. Sempat menghuni peringkat 22 dunia, kini ia berusaha kembali ke jalur elit usai turun ke peringkat 48. Penampilannya di Indonesia Masters lalu, meski berakhir dengan kekalahan, memperlihatkan sinyal positif saat mampu merepotkan pemain top dunia Michelle Li.
Sementara itu, Anmol Kharb, yang baru berusia 19 tahun, menjadi simbol masa depan India. Penampilannya yang memaksa mantan juara dunia Nozomi Okuhara bermain tiga gim di Indonesia Masters menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar “pelapis”, melainkan prospek serius.
Di sektor tunggal putra, Kiran George akan mengemban status pemain India dengan peringkat tertinggi di turnamen ini. Absennya Lakshya Sen, HS Prannoy, hingga Kidambi Srikanth membuat Thailand Masters menjadi ujian mental sekaligus kesempatan emas bagi George dan rekan-rekannya untuk mencuri perhatian.
Kondisi serupa terjadi di sektor ganda. Tanpa pasangan andalan Rankireddy/Shetty, tanggung jawab besar berada di pundak Sai Pratheek K dan Pruthvi Krishnamurthy Roy, satu-satunya wakil India di nomor ganda putra. Di ganda campuran, dua pasangan muda akan mencoba memanfaatkan minimnya tekanan untuk melangkah sejauh mungkin.
Federasi dan tim pelatih India sendiri melihat turnamen ini sebagai bagian dari manajemen beban atlet, sekaligus laboratorium kompetisi bagi pemain lapis kedua dan ketiga. Dengan kalender padat sejak awal Januari, keputusan mengistirahatkan pemain senior dinilai strategis demi target jangka panjang, termasuk persiapan menuju Olimpiade berikutnya.
Thailand Masters 2026 pun bertransformasi dari “turnamen tanpa bintang” menjadi uji ketahanan regenerasi bulutangkis India. Bagi para pemain muda, inilah kesempatan untuk keluar dari bayang-bayang senior mereka—dan mungkin, memulai era baru.
Siaran langsung Thailand Masters 2026 dapat disaksikan melalui BWF TV di YouTube.

