LUMINASIA.ID, NASIONAL — Gempa bumi mengguncang wilayah Jawa Timur, Selasa (27/1/2026), terasa hingga Yogyakarta dan Jakarta. Berdasarkan keterangan BMKG, gempa berkekuatan M5,5 dengan pusat 25 kilometer timur laut Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 105 kilometer, dan “tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG di X.
Banyak warga melaporkan guncangan terasa di Yogyakarta, Malang, Semarang, Pemalang, Cilacap, dan sekitarnya. EMSC, lembaga pemantau gempa internasional, mencatat, “#Earthquake (#gempa) possibly felt 2 min 34 sec ago in #Indonesia. Felt it? Tell us… Automatic crowdsourced detection, not seismically verified yet. More info soon!”
BMKG dan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah aman saat gempa. Di antaranya, jika berada di dalam bangunan seperti rumah atau sekolah, warga dianjurkan untuk “berlindung di bawah meja untuk menghindar dari benda-benda yang bisa jatuh, termasuk berlindung dari jendela kaca,” serta “lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdiri di bawah pintu. Kalau sudah terasa aman, segera lari keluar rumah. Saat lari keluar rumah perhatikan pecahan kaca atau material lain yang berbahaya.”
Selain itu, mereka yang sedang memasak diimbau untuk “segera matikan kompor, lalu cabut dan matikan semua peralatan listrik supaya tidak terjadi kebakaran,” dan bila berada di lokasi dengan petugas keamanan, masyarakat diminta untuk “mengikuti instruksi evakuasi dari petugas keamanan.”
Dengan langkah-langkah ini, BMKG menegaskan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat agar risiko saat gempa dapat diminimalkan.

