LUMINASIA, NASIONAL – Bulan Syaban kerap disebut sebagai jembatan spiritual menuju Ramadan. Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk menghidupkan bulan ini adalah puasa Ayyamul Bidh, yaitu puasa pada pertengahan bulan Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 13, 14, dan 15.
Dilansir Detik, Puasa Ayyamul Bidh tidak hanya bernilai ibadah sunnah, tetapi juga menjadi sarana melatih konsistensi puasa sebelum memasuki Ramadan. Rasulullah SAW dikenal memberi perhatian khusus pada puasa di bulan Syaban, sebagaimana diriwayatkan oleh Aisyah RA:
عَائِشَة تَقُولُ : كَانَ أَحَبَّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانُ، ثُمَّ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
Artinya: “Aisyah berkata, bulan Syaban adalah bulan yang paling dicintai oleh Rasulullah ﷺ untuk berpuasa, bahkan beliau menyambungnya dengan Ramadan.”
Hadis ini menunjukkan bahwa Syaban bukan sekadar bulan biasa, melainkan waktu penting untuk memperbanyak amal sebelum datangnya bulan suci.
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syaban 2026
Mengacu pada kalender Hijriah Kementerian Agama RI, puasa Ayyamul Bidh Syaban 1447 H bertepatan dengan awal Februari 2026. Rinciannya sebagai berikut:
Minggu, 1 Februari 2026
Senin, 2 Februari 2026
Selasa, 3 Februari 2026
Umat Islam dianjurkan mempersiapkan niat dan fisik agar dapat menjalankan ibadah ini dengan maksimal.
Bacaan Niat Puasa Ayyamul Bidh
Niat puasa Ayyamul Bidh dapat dibaca sejak malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun, jika lupa, niat masih boleh dilakukan di siang hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh:
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma ayyâmil bîdl lilâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidl (hari-hari yang malamnya cerah) karena Allah Ta‘ala.”
Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban
Tanggal 15 Syaban bertepatan dengan Nisfu Syaban, yang oleh sebagian umat Islam diisi dengan berbagai amalan seperti zikir, istighfar, dan membaca Al-Qur’an. Meski demikian, para ulama menjelaskan bahwa puasa yang memiliki dalil kuat dan jelas adalah puasa Ayyamul Bidh.
Karena itu, menjalankan puasa Ayyamul Bidh pada 15 Syaban sudah mencakup amalan sunnah yang dianjurkan, tanpa perlu mengkhususkan niat puasa Nisfu Syaban yang masih diperselisihkan keabsahan hadisnya.
Dengan melaksanakan puasa Ayyamul Bidh di bulan Syaban, umat Islam diharapkan dapat meningkatkan kesiapan spiritual, memperbaiki kedisiplinan ibadah, dan menyambut Ramadan dengan hati yang lebih bersih.

