Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Lifestyle

Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026? Ini Jadwal Versi Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan BRIN

Minggu, 8 Februari 2026 22:34
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
ilustrasi berbuka puasa

LUMINASIA.ID, JAKARTA — Penentuan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah atau Ramadan 2026 kembali menjadi sorotan umat Islam di Indonesia. Sejumlah pihak, mulai dari pemerintah, organisasi keagamaan, hingga lembaga riset, telah menyampaikan perkiraan masing-masing berdasarkan metode penetapan awal bulan Hijriah yang digunakan.

Perbedaan metode, baik melalui perhitungan astronomi (hisab) maupun pengamatan langsung hilal (rukyatul hilal), membuat kepastian tanggal 1 Ramadan selalu dinanti. Berikut rangkuman prakiraan awal Ramadan 2026 dari pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).


Baca: Aerotel Smile Makassar Hadirkan Paket Iftar Ramadhan Kareem Kambing Guling Rp 99.000


Versi Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah melalui sidang isbat. Berdasarkan agenda yang telah disusun, sidang isbat dijadwalkan digelar pada Selasa (17/2/2026) bersamaan dengan pemantauan hilal di berbagai titik pengamatan di Indonesia.

Sidang isbat diawali dengan pemaparan data posisi hilal berdasarkan hisab, kemudian dilanjutkan dengan laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah. Hasil sidang isbat tersebut menjadi dasar penetapan resmi awal Ramadan oleh pemerintah.

Versi Nahdlatul Ulama

Nahdlatul Ulama menetapkan awal Ramadan menggunakan metode rukyatul hilal yang didukung data hisab. Lembaga Falakiyah NU akan melakukan pengamatan hilal di sejumlah lokasi yang telah ditentukan.

Jika hilal berhasil terlihat dan memenuhi kriteria imkanur rukyah, maka awal Ramadan ditetapkan pada keesokan harinya. Keputusan resmi NU diumumkan setelah seluruh laporan pengamatan dikumpulkan dan diverifikasi.

Versi Muhammadiyah

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu (18/2/2026).

Dalam maklumat yang sama, Muhammadiyah juga menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Jumat (20/3/2026).

Versi BRIN

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyampaikan kajian ilmiah terkait potensi awal Ramadan 2026. Peneliti BRIN memprediksi 1 Ramadan 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada Kamis (19/2/2026).

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada saat matahari terbenam 17 Februari 2026, posisi hilal masih berada di bawah ufuk.

“Pada saat Magrib 17 Februari, posisi hilal masih di bawah ufuk sehingga tidak mungkin dirukyat. Dengan demikian, awal Ramadan berpotensi jatuh pada 19 Februari 2026,” ujar Thomas Djamaluddin.


Baca: Kampoeng Ramadhan Dalton Hotel Makassar Kembali Hadir, Promo Early Bird Rp105 Ribu


Perbedaan Metode, Perbedaan Penetapan

Perbedaan prakiraan awal Ramadan merupakan hal yang lazim terjadi di Indonesia, seiring dengan beragamnya metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi dari masing-masing lembaga serta tetap saling menghormati perbedaan dalam pelaksanaan ibadah puasa.

Tags: Puasa Ramadhan berapa hari lagi puasa puasa dan qadha ramadhan kapan Puasa Ramadhan 2026

Baca Juga

Puasa Syawal dan Qadha Ramadan: Bolehkah Digabung dan Mana yang Didahulukan?
Puasa Syawal dan Qadha Ramadan: Bolehkah Digabung dan Mana yang Didahulukan?
Sound from NIPAH, Ngabuburit Sambil Menikmati Sunset Makassar di NIPAH PARK
Sound from NIPAH, Ngabuburit Sambil Menikmati Sunset Makassar di NIPAH PARK
9 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Ini Penjelasan Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah
9 Maret 2026 Puasa Hari ke Berapa? Ini Penjelasan Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah
Doa Buka Puasa Ramadhan 1447 H: Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Hadits
Doa Buka Puasa Ramadhan 1447 H: Arab, Latin, dan Artinya Sesuai Hadits
Ini Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Puasa Ramadhan, Wajibkah?
Ini Niat, Tata Cara, dan Doa Mandi Puasa Ramadhan, Wajibkah?
Perbedaan Mazhab soal Niat Puasa Ramadhan, Harian atau Sekali untuk Sebulan?
Perbedaan Mazhab soal Niat Puasa Ramadhan, Harian atau Sekali untuk Sebulan?

Populer

  • 1
    OJK Ajak Generasi Muda Pahami Risiko Investasi Kripto dan Tokenisasi Aset
  • 2
    Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam
  • 3
    Ini Jadwal Lengkap Penyaluran BPNT 2026, Tahap 2 Dibagikan Juni Rp600 RIbu
  • 4
    Umat Buddha Sulawesi Selatan Tuang 1.500 Liter Eco-Enzyme di Kanal Makassar, Gaungkan Kepedulian Lingkungan Saat Waisak
  • 5
    Pelajar Asal Gowa Lolos ke Final Liga Pencarian Bakat Bergengsi di Belanda

Ekonomi

  • SPJM Catat Laba Bersih Lampaui Target RKAP pada Kuartal I 2026
    SPJM Catat Laba Bersih Lampaui Target RKAP pada Kuartal I 2026
  • XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Integrasi dan Ekspansi 5G Jadi Motor Pertumbuhan
    XLSMART Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Integrasi dan Ekspansi 5G Jadi Motor Pertumbuhan
  • Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam
    Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk Tertekan, Turun Tajam

Peristiwa

  • BGN Perkuat Program MBG di Maluku, Libatkan UMKM hingga Nelayan untuk Dorong Ekonomi Lokal
    BGN Perkuat Program MBG di Maluku, Libatkan UMKM hingga Nelayan untuk Dorong Ekonomi Lokal
  • Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Warga AS dan Prancis Positif Usai Dipulangkan
    Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Warga AS dan Prancis Positif Usai Dipulangkan
  • Ini Jadwal Lengkap Penyaluran BPNT 2026, Tahap 2 Dibagikan Juni Rp600 RIbu
    Ini Jadwal Lengkap Penyaluran BPNT 2026, Tahap 2 Dibagikan Juni Rp600 RIbu
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID