(Trigger warning, berita berikut ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan karena membahas isu kesehatan mental seperti bunuh diri oleh siswa SD, mohon membaca dalam keadaan aman dan tenang)
LUMINASIA.ID, NASIONAL - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur masih mendalami secara menyeluruh kematian seorang siswa sekolah dasar berusia 10 tahun yang ditemukan meninggal dunia di Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Aparat menegaskan penyelidikan tidak hanya berfokus pada kronologi kejadian, tetapi juga kondisi psikologis korban sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi.
Kepala Bidang Humas Polda NTT Komisaris Besar Henry Novika Chandra mengatakan, pengumpulan keterangan dari keluarga dan saksi di sekitar lokasi terus dilakukan untuk memastikan tidak ada aspek yang terlewat. Polisi juga menaruh perhatian pada pesan terakhir yang ditinggalkan korban, yang ditulis dalam bahasa daerah Ngada dan ditujukan kepada ibunya.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026. Korban sebelumnya sempat mengeluh sakit kepala saat dibangunkan untuk berangkat sekolah. Meski demikian, ia tetap diminta berangkat dan diantar ke rumah neneknya untuk mengambil perlengkapan sekolah. Di lokasi tersebut, korban tidak menuju sekolah, melainkan berada di sekitar kebun milik keluarganya hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada siang hari.
Menurut Henry, hasil olah tempat kejadian perkara tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik dari pihak lain. Namun demikian, kepolisian menegaskan kesimpulan akhir baru dapat ditarik setelah seluruh rangkaian peristiwa dan latar belakang korban dipahami secara utuh, termasuk kemungkinan tekanan psikologis yang dialami anak tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak usia sekolah, terutama di lingkungan keluarga dan pendidikan. Aparat kepolisian menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan indikasi faktor sosial atau psikologis yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, jenazah korban telah menjalani visum di fasilitas kesehatan setempat, dan keluarga masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan dari kepolisian. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada aparat berwenang.

