LUMINASIA.ID, Jakarta, 5 Februari 2026 — PT Pertamina (Persero) melakukan langkah strategis dengan menyatukan lini bisnis pengolahan dan logistik energi sebagai bagian dari upaya memperkuat efisiensi operasional serta menjaga keandalan pasokan energi nasional.
Dilansir Reuters, mulai 1 Februari 2026, unit pengolahan PT Kilang Pertamina Internasional dan perusahaan pelayaran PT Pertamina International Shipping resmi dilebur ke dalam PT Pertamina Patra Niaga, yang selama ini menangani perdagangan dan distribusi energi.
Langkah konsolidasi ini dirancang untuk membangun sistem terintegrasi dari hulu ke hilir di sektor downstream, mencakup kilang, distribusi, logistik, hingga pemasaran. Dengan integrasi tersebut, Pertamina menargetkan pengurangan biaya operasional, percepatan layanan, serta optimalisasi pengelolaan rantai pasok energi di dalam negeri.
Direktur Utama Pertamina Simon Mantiri menyatakan bahwa penyatuan ini akan memangkas tumpang tindih fungsi antarunit dan meningkatkan koordinasi operasional. Menurutnya, sistem yang terhubung secara menyeluruh memungkinkan perusahaan merespons kebutuhan pasar dengan lebih cepat dan akurat.
“Ketika kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran berjalan sebagai satu kesatuan, Pertamina dapat memastikan pasokan energi yang lebih andal dan efisien bagi masyarakat,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Kebijakan ini juga dinilai sejalan dengan agenda transformasi BUMN energi untuk meningkatkan daya saing di tengah volatilitas harga minyak global dan tantangan geopolitik yang berpengaruh terhadap rantai pasok energi internasional.
Dengan struktur baru tersebut, Pertamina Patra Niaga kini memegang peran sentral dalam pengelolaan downstream nasional, sekaligus menjadi tulang punggung distribusi BBM dan energi lainnya di seluruh Indonesia.

