LUMINASIA.ID, BOLA - Inter Milan menghadapi Torino di perempat final Coppa Italia dengan pendekatan berbeda. Pelatih Cristian Chivu melakukan rotasi besar-besaran, memanfaatkan laga ini sebagai ajang menguji kedalaman skuad di tengah absennya sejumlah pilar utama dan padatnya jadwal kompetisi.
Dilansir Yahoo Sport, tanpa Denzel Dumfries, Nicolò Barella, dan Hakan Çalhanoğlu, Inter turun dengan komposisi yang jauh dari kekuatan penuh. Chivu memilih memberi kesempatan kepada pemain muda dan pelapis, keputusan yang mencerminkan kebutuhan menjaga kebugaran tim utama sekaligus menilai kesiapan lapis kedua Nerazzurri.
Salah satu sorotan utama adalah starter perdana Issiaka Kamate bersama Inter senior musim ini. Gelandang remaja tersebut dipercaya mengisi sisi kanan lini tengah, menandai keberanian Chivu mengandalkan talenta muda di laga krusial. Matteo Cocchi juga mendapat kepercayaan sebagai starter di sisi kiri, memperkuat kesan bahwa laga ini menjadi panggung pembuktian generasi berikutnya Inter.
Di sisi lain, Davide Frattesi kembali masuk starting XI setelah sebelumnya jarang mendapat menit bermain di Serie A. Dengan Barella dan Çalhanoğlu menepi, laga ini menjadi peluang emas bagi Frattesi untuk mengukuhkan perannya di tengah persaingan ketat lini tengah Inter.
Rotasi juga terasa di sektor lain. Josep Martinez kembali dipercaya mengawal gawang, sementara Federico Dimarco dan Lautaro Martinez memulai laga dari bangku cadangan. Di lini depan, Marcus Thuram berduet dengan Ange-Yoan Bonny, menunjukkan bahwa Chivu tak ragu merombak struktur tim demi menjaga keseimbangan fisik skuad.
Keputusan ini mengandung risiko, mengingat Torino datang dengan kepercayaan diri tinggi usai menyingkirkan AS Roma di babak sebelumnya. Namun bagi Inter, Coppa Italia bukan hanya soal hasil, melainkan juga uji mental, kedalaman skuad, dan kesiapan pemain pelapis menghadapi tekanan pertandingan besar.
Laga melawan Torino pun menjadi gambaran jelas tantangan Inter musim ini: bertahan di semua kompetisi sambil mengelola cedera, rotasi, dan regenerasi tim. Bagi pemain muda dan pelapis, ini bukan sekadar pertandingan piala—ini adalah kesempatan menentukan masa depan mereka di skuad Nerazzurri.

