LUMINASIA.ID, MAKASSAR — Muktamar Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ke-24 resmi dibuka di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh), Jumat (6/2/2026).
Pembukaan muktamar berlangsung khidmat dan meriah, menandai dimulainya forum tertinggi IPM yang mengusung tema Membumikan Arah Baru IPM.
Prosesi pembukaan diawali dengan penampilan seni dan budaya Sulawesi Selatan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, serta pemukulan gendang sebagai simbol dimulainya Muktamar IPM 2026 ini.
Ribuan peserta dan tamu undangan memadati arena pembukaan yang digelar di kampus Unismuh Makassar. Peserta hadir dari seluruh wilayah di Indonesia.
Pembukaan acara tersebut dihadiri oleh deretan tokoh penting, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PPMI) Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd.I., M.I.Kom., Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita, hingga Anggota KPU RI Iffa Rosita.
Turut hadir pula para pimpinan daerah yakni Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Bupati Gowa Husniah Talenrang, Bupati Maros Chaidir Syam, dan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif.
Didampingi juga tokoh akademisi dan organisasi seperti Andi Esse, Mahmuda, dan Rektor Unismuh Dr. Abd. Rakhim Nanda, M.T., IPU.
Dalam sambutan pembuka, Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita menegaskan bahwa Muktamar IPM ke-24 merupakan hasil dari proses panjang yang dirancang sejak 20 Februari 2021.
“Dari proses ini kami belajar satu hal penting, yaitu persatuan. Kami terus berusaha untuk bersatu, belajar dan belajar lagi. IPM ingin memperjuangkan nilai-nilai keislaman yang dewasa dan toleran, meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat pendidikan nasional, serta melawan korupsi yang menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa,” ujar Riandy.
Sementara itu, Zulkifli Hasan dalam sambutannya menyoroti tantangan pembangunan manusia Indonesia, mulai dari capaian pendidikan hingga persoalan gizi dan ekonomi rakyat.
Ia menyebut masih rendahnya persentase capaian pendidikan dan kualitas hidup masyarakat menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi bersama.
“Pembangunan manusia harus dimulai dari pemenuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan. Pemerintah akan terus mendorong bantuan bagi sekolah rakyat, pengembangan Sekolah Garuda untuk anak-anak berkemampuan khusus, serta memperluas Fakultas Kedokteran dan tenaga kesehatan. Di sinilah peran Muhammadiyah dan IPM menjadi sangat strategis sebagai mitra pemerintah,” kata Zulkifli.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pidatonya menyampaikan bahwa Unismuh Makassar memiliki nilai historis penting bagi Persyarikatan Muhammadiyah.
Ia mengingatkan bahwa kampus tersebut pernah menjadi lokasi Muktamar Muhammadiyah pada 2015 dan kini kembali mencatat sejarah sebagai tuan rumah Muktamar IPM ke-24.
“Semua organisasi otonom Muhammadiyah, mulai dari IPM, Pemuda Muhammadiyah, IMM, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Hizbul Wathan, hingga Tapak Suci, adalah satu kekuatan besar bernama Persyarikatan Muhammadiyah. Kebanggaan berada di Muhammadiyah harus menjadi tanggung jawab untuk terus memajukan persyarikatan,” ujar Haedar.
Ia menambahkan, dalam usia lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah bergerak hingga pelosok tanah air dan mancanegara, dengan ribuan sekolah, puluhan ribu TK ABA, ratusan perguruan tinggi, rumah sakit, klinik, serta jaringan internasional di berbagai negara.
“Ke depan, salah satu penopang utama keberlanjutan gerakan Muhammadiyah adalah Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Karena itu, Muktamar ini harus menjadi tonggak penting dalam meneguhkan komitmen, tanggung jawab, dan kebersamaan untuk membumikan arah baru IPM,” pungkasnya.
Muktamar IPM ke-24 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan agenda sidang, perumusan rekomendasi, serta pemilihan kepemimpinan baru IPM periode selanjutnya.

