LUMINASIA.ID, BOLA - David Moyes membawa Everton dalam suasana optimistis setelah kebangkitan dramatis 2-1 di markas Fulham akhir pekan lalu. Kemenangan itu mengantar The Toffees naik ke posisi kedelapan dengan 37 poin, membuat percakapan di sekitar klub mulai bergeser: dari sekadar bertahan menjadi potensi mengincar zona Eropa. Perubahan nada ini penting, sebab konsistensi sering kali menjadi batu sandungan Everton dalam beberapa musim terakhir.
Dilansir Yahoo, menariknya, kekuatan utama tuan rumah justru terletak pada fondasi yang jarang menjadi sorotan utama: pertahanan. Baru 28 gol bersarang ke gawang mereka musim ini, angka yang menempatkan Everton di jajaran unit defensif paling disiplin di liga. Dengan Jordan Pickford sebagai komando terakhir dan pengalaman James Tarkowski di jantung pertahanan, Moyes memiliki platform stabil untuk membangun ambisi yang lebih besar.
Namun Bournemouth datang dengan narasi yang tak kalah kuat. Kehilangan Antoine Semenyo pada Januari sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa laju mereka akan melambat. Kenyataannya, Andoni Iraola justru berhasil menjaga ritme tim. Hasil imbang 1-1 kontra Aston Villa, salah satu penantang papan atas, menjadi bukti bahwa The Cherries tidak mudah goyah oleh perubahan.
Alih-alih bergantung pada satu bintang, Bournemouth kini tampil sebagai kolektif yang rapi. Mereka memang masih dibayangi rekor kurang bersahabat di Merseyside, tetapi kepercayaan diri tengah tinggi setelah rangkaian hasil positif dalam beberapa pekan terakhir. Jika mampu mencuri kemenangan, mereka bahkan bisa menyalip Everton di klasemen.
Dari sisi psikologis, pertandingan ini menghadirkan tarik-menarik yang menarik. Everton bermain di kandang dengan momentum, tetapi tekanan ekspektasi mulai tumbuh. Sementara itu Bournemouth memiliki kemewahan untuk tampil lebih lepas, memanfaatkan setiap celah kecemasan dari publik tuan rumah.
Catatan pertemuan juga memberi petunjuk bahwa laga bisa berjalan ketat sejak awal. Empat duel liga terakhir antara kedua tim selalu berakhir tanpa gol pada babak pertama. Artinya, kesabaran, bukan sekadar agresivitas, mungkin menjadi kunci.
Dengan jarak poin yang tipis di papan tengah dan musim yang mulai memasuki fase menentukan, hasil pertandingan ini dapat mengubah cara pandang terhadap target masing-masing tim. Menang berarti membuka pintu mimpi yang lebih tinggi. Gagal, mereka kembali terseret ke kerumunan yang padat.
Kick-off dijadwalkan pukul 19.30 GMT, dengan kedua manajer tahu bahwa tiga poin di Selasa malam bisa terasa jauh lebih besar daripada biasanya.

