LUMINASIA.ID, JAKARTA — Laga Bhayangkara FC kontra Semen Padang dalam lanjutan Super League 2025-2026 bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan pertaruhan dua misi berbeda: konsistensi tuan rumah dan upaya bertahan hidup tim tamu. Pertandingan pekan ke-23 yang digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Selasa malam (24/2/2026), menjadi titik krusial bagi kedua tim di papan tengah dan zona bawah klasemen.
Dilansir Bola, Bhayangkara FC datang dengan ambisi menjaga momentum setelah performa mereka menanjak dalam beberapa pekan terakhir. Tim berjuluk The Guardian itu sempat mencuri perhatian lewat dua kemenangan tandang beruntun atas Persebaya Surabaya dan Persik Kediri, yang mengangkat posisi mereka ke peringkat delapan dengan 32 poin dari 22 pertandingan. Namun kekalahan kandang dari Borneo FC pada laga terakhir menjadi alarm bagi pelatih Paul Munster untuk menguji stabilitas timnya.
Perubahan komposisi skuad pada paruh musim menjadi faktor utama kebangkitan Bhayangkara FC. Kehadiran pemain anyar seperti Ryo Matsumura yang dipinjam dari Persija Jakarta memberi warna baru di lini serang. Gelandang asal Jepang itu kini berperan sebagai pengatur ritme sekaligus motor kreativitas tim, menopang trio penyerang Moussa Sidibe, Henri Doumbia, dan Privat Mbarga.
Di sisi lain, Semen Padang justru menghadapi laga ini sebagai kesempatan emas untuk keluar dari tekanan degradasi. Kabau Sirah saat ini masih tertahan di peringkat ke-17 dengan 16 poin, hanya terpaut dua angka dari zona aman. Kondisi tersebut membuat setiap laga tersisa bernilai final bagi tim asuhan Dejan Antonic.
Meski berada di papan bawah, performa Semen Padang dalam lima laga terakhir menunjukkan perbaikan signifikan. Mereka hanya sekali kalah dan berhasil menahan imbang tim papan atas Malut United 2-2 pada pekan sebelumnya. Hasil tersebut meningkatkan kepercayaan diri tim yang mengandalkan Diego Mauricio sebagai ujung tombak, didukung kreativitas lini tengah yang diisi Kianz Froese dan Kasim Botan.
Secara historis, Bhayangkara FC memang lebih dominan dalam pertemuan kedua tim. Dalam lima laga terakhir, The Guardian mencatat beberapa kemenangan penting, termasuk kemenangan tipis 1-0 pada pertemuan Oktober 2025 lalu. Rekor tersebut menjadi tantangan tambahan bagi Semen Padang yang ingin memutus tren negatif sekaligus menjaga peluang bertahan di kasta tertinggi.
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung terbuka. Bhayangkara FC mengincar kemenangan untuk memperkuat posisi di papan tengah dan menjaga asa menembus zona kompetisi Asia, sementara Semen Padang membawa misi penyelamatan musim. Dengan motivasi tinggi di kedua kubu, duel ini berpotensi menghadirkan intensitas dan tekanan besar sejak menit awal.

