LUMINASIA.ID, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus mempercepat transformasi digital di seluruh segmen nasabah, termasuk pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui penguatan ekosistem transaksi non-tunai berbasis QRIS, Minggu (26/4/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan berbasis syariah, sekaligus menjawab perubahan perilaku masyarakat yang semakin terbiasa dengan transaksi digital.
Hingga Maret 2026, BSI telah menempatkan lebih dari 600 ribu QRIS di berbagai merchant usaha yang mencakup sektor makanan dan minuman, fesyen, industri halal, layanan kesehatan seperti rumah sakit, hingga jaringan ritel modern seperti supermarket dan berbagai segmen usaha lainnya.
Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna mengatakan digitalisasi menjadi aspek krusial di tengah perubahan perilaku masyarakat yang semakin digital savvy dan mengutamakan kemudahan dalam bertransaksi secara cashless.
“Digitalisasi menjadi penting di tengah tantangan perubahan perilaku masyarakat yang mulai digital savvy dan serba cashless. Di sinilah peran BSI untuk menjadi sahabat finansial, sosial, dan spiritual dalam memfasilitasi transaksi nasabah dengan mudah, aman, dan cepat,” ujarnya.
Sejalan dengan kebutuhan masyarakat akan sistem pembayaran yang praktis dan aman, BSI menghadirkan inovasi terbaru melalui fitur QRIS Soundbox BSI yang memberikan notifikasi suara secara langsung setiap kali transaksi berhasil dilakukan.
Fitur ini dinilai mampu meminimalkan risiko kesalahan transaksi sekaligus menjadi langkah mitigasi terhadap potensi penipuan, terutama bagi pedagang yang memiliki mobilitas tinggi dan transaksi yang padat setiap harinya.
Selain itu, QRIS Soundbox BSI juga terintegrasi dengan aplikasi BYOND Merchant by BSI yang memungkinkan pelaku usaha untuk mengunduh laporan transaksi secara realtime, sehingga memudahkan dalam pencatatan keuangan dan pengelolaan arus kas usaha.
Anton menambahkan bahwa perseroan terus memperluas jangkauan layanan digital melalui pengembangan e-channel sebagai bagian dari dukungan terhadap inisiatif Bank Indonesia dalam menciptakan sistem pembayaran yang terintegrasi, transparan, dan aman.
Ia juga menjelaskan bahwa BSI telah menghadirkan fitur QRIS Crossborder yang memungkinkan transaksi lintas negara dan saat ini sudah dapat digunakan di sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, dan Korea Selatan.
Dengan hadirnya fitur ini, nasabah dan pelaku usaha diharapkan dapat merasakan kemudahan dalam melakukan transaksi internasional secara lebih efisien dan praktis, sekaligus memperluas peluang bisnis di pasar global.
Pada tahap awal implementasi, BSI memfokuskan penetrasi QRIS Soundbox di pasar-pasar tradisional sebagai bagian dari strategi untuk mendorong pedagang naik kelas melalui digitalisasi transaksi.
Melalui pendekatan ini, pedagang diharapkan mampu mengelola arus kas penjualan dan pemasukan dengan lebih baik karena seluruh transaksi tercatat secara otomatis dan realtime dalam sistem digital.
Selain memberikan kemudahan dalam pencatatan keuangan, digitalisasi ini juga dinilai dapat meningkatkan transparansi usaha serta memperkuat akses pelaku UMKM terhadap layanan keuangan formal, termasuk pembiayaan berbasis syariah.
BSI optimistis bahwa penguatan layanan digital, termasuk melalui QRIS Soundbox, dapat mempercepat inklusi keuangan syariah di Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis dan berbasis teknologi.

