LUMINASIA.ID - Proyek pengembangan ekstensi sekaligus kawasan mixed-use Mal Ratu Indah (MaRI) resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking yang dilaksanakan pada Selasa (28/4/2026) pukul 08.30 WITA di lokasi proyek eks Hotel Sahid Makassar.
Kegiatan ini menjadi penanda awal transformasi kawasan ikonik tersebut menjadi destinasi modern dan terintegrasi di jantung Kota Makassar, yang menggabungkan fungsi komersial, hunian, dan gaya hidup dalam satu kawasan strategis.
Sejumlah pejabat dan pimpinan Kalla Group turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Marketing, Strategy & Digitalization Director KALLA Zumadi Setiawan Anwar, Finance & Legal Director KALLA Imelda Jusuf Kalla, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Chief Executive Officer KALLA Solihin Jusuf Kalla, President Commissioner KALLA Fatimah Kalla, serta Chief Executive Officer Kalla Land & Property Ricky Theodores.
Selain itu, kegiatan juga dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, unsur pemerintah provinsi dan kota, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, hingga perwakilan sektor perbankan dan mitra strategis lainnya, yang mencerminkan dukungan luas terhadap pengembangan kawasan ini.
Chief Executive Officer KALLA, Solihin Jusuf Kalla, menegaskan bahwa pengembangan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat portofolio properti sekaligus menjaga relevansi Mal Ratu Indah sebagai destinasi utama masyarakat.
“Pengembangan ini merupakan langkah yang luar biasa bagi kami, sekaligus menjadi kelanjutan dari Mal Ratu Indah yang kini telah beranjak sangat dewasa. Kami ingin memastikan MaRI terus tumbuh, beradaptasi, dan tetap relevan sebagai destinasi utama masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan emosional terkait transformasi kawasan eks Hotel Sahid yang memiliki nilai historis bagi masyarakat Makassar.
“Mohon maaf bagi Bapak dan Ibu yang memiliki kenangan di Hotel Sahid, kenangan itu kini tinggal kenangan. Yang lalu biarlah berlalu, dan kita akan membangun sesuatu yang baru dan lebih baik,” tambahnya.
Proyek ini dibangun di atas lahan bekas Hotel Sahid Makassar yang sebelumnya menjadi salah satu ikon perhotelan sejak 1998 sebelum dirobohkan pada tahun lalu sebagai bagian dari penataan kawasan.
Pengembangan kawasan mixed-use MaRI dirancang dalam dua tahap. Pada tahap pertama, pembangunan difokuskan pada area existing parkir yang mencakup perluasan gedung parkir.
Selanjutnya pada tahap kedua, pengembangan akan difokuskan pada perluasan area mal dengan luasan yang dirancang menyerupai mal existing saat ini, menghadirkan konsep ritel dan gaya hidup yang lebih modern serta terintegrasi.
Selain itu, kawasan ini juga akan dilengkapi fasilitas hunian berupa apartemen yang terdiri atas 10 lantai hunian dan 9 lantai parkir khusus penghuni.
Hunian tersebut akan memiliki kapasitas sekitar 230 unit, serta dilengkapi ballroom yang berada di area rooftop parkir, menciptakan integrasi fungsi yang efisien dalam satu kawasan terpadu.
Secara keseluruhan, proyek pengembangan ini ditargetkan rampung pada tahun 2028, dengan masa pembangunan sekitar dua setengah tahun sejak dimulai.
Solihin menambahkan bahwa proyek ini juga menjadi kelanjutan dari Mall Ratu Indah yang telah memasuki fase matang, sekaligus akan diikuti renovasi pada bangunan lama.
“Ini adalah investasi besar bagi kami. Insya Allah mall ini akan menjadi salah satu yang termegah di Makassar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa konsep pembangunan tetap mengusung prinsip ramah lingkungan, melanjutkan capaian MaRI yang telah mengantongi sertifikasi green building.
Sebagai informasi, Mal Ratu Indah telah memperoleh Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebagai bukti kelayakan operasional gedung, serta sertifikasi bangunan hijau melalui sistem Greenship Existing Building dengan peringkat Gold.
Pencapaian tersebut menegaskan komitmen pengelola dalam menerapkan prinsip keberlanjutan, efisiensi energi, dan pengelolaan gedung ramah lingkungan di kawasan Indonesia Timur.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan bahwa proyek ini merupakan investasi strategis yang akan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pembangunan ini tentu akan memberikan dampak positif, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Kami berharap dapat melihat peningkatan jumlah angkatan kerja yang terserap dari hadirnya pengembangan Mal Ratu Indah ini,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Makassar saat ini berkembang menjadi kota yang semakin dinamis dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dari berbagai daerah.
“Makassar menjadi kota yang semakin dinamis dengan banyaknya pekerja yang datang dari luar daerah, dan kami berharap perluasan MaRI dapat turut memenuhi kebutuhan gaya hidup dan belanja masyarakat,” lanjutnya.
Munafri juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran pembangunan proyek tersebut, termasuk memastikan proses perizinan berjalan transparan melalui sistem satu pintu.
“Kita pastikan semua proses perizinan dilakukan secara terbuka, tanpa ada proses individual di dalamnya, sehingga transparansi pembangunan tetap terjaga,” tegasnya.
Dengan luas kawasan sekitar tiga hektare di lokasi strategis, pengembangan mixed-use MaRI diharapkan menjadi destinasi baru yang tidak hanya menghadirkan pusat perbelanjaan, tetapi juga hunian, ruang interaksi, serta pusat gaya hidup modern.

