LUMINASIA.ID, BOLA - Kejutan besar datang dari San Siro ketika Bodo/Glimt menyingkirkan Inter Milan dari Liga Champions 2025/26. Klub asal Norwegia itu menang 2-1 pada leg kedua dan melaju ke babak 16 besar dengan agregat meyakinkan 5-2, menandai salah satu kisah underdog paling mencolok di kompetisi musim ini.
Dilansir Yahoo, alih-alih sekadar kemenangan tak terduga, keberhasilan Bodo/Glimt mencerminkan semakin kuatnya klub-klub Nordik di kancah Eropa. Menghadapi tekanan besar dari Inter yang bermain di depan publik sendiri, tim asuhan Kjetil Knutsen menunjukkan organisasi permainan yang rapi, disiplin bertahan, dan efektivitas serangan balik yang mematikan. Pendekatan taktis ini membuat dominasi penguasaan bola Inter tidak banyak berarti dalam menentukan hasil akhir.
Kunci kemenangan tim tamu terletak pada performa Jens Petter Hauge. Mantan pemain AC Milan itu tampil impresif dengan satu gol dan satu assist, sekaligus menjadi motor serangan yang terus mengancam lini belakang Inter. Kecepatan dan mobilitas Hauge membuka ruang bagi Bodo/Glimt untuk menghukum kesalahan lawan, termasuk gol pembuka yang berawal dari blunder lini belakang tuan rumah.
Di sisi lain, kekalahan ini memperlihatkan masalah mendasar Inter yang belum sepenuhnya stabil. Meskipun Federico Dimarco tampil menonjol di sisi kiri dan terus menciptakan peluang, absennya beberapa pemain kunci membuat Nerazzurri kehilangan keseimbangan. Kesalahan Manuel Akanji yang berujung gol pertama Bodo/Glimt menjadi titik balik yang sulit diperbaiki oleh Inter sepanjang pertandingan.
Pelatih Cristian Chivu kini menghadapi tekanan untuk segera membenahi performa tim. Kekalahan di kandang sendiri pada fase krusial Liga Champions menimbulkan pertanyaan mengenai kedalaman skuad dan kesiapan taktis Inter menghadapi tim-tim yang bermain disiplin dan efisien. Sementara itu, Bodo/Glimt justru semakin percaya diri melangkah ke fase berikutnya, membawa harapan baru bagi sepak bola Norwegia di panggung Eropa.

