LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Tanggal 3 Maret bukan sekadar angka dalam kalender. Dilansir Komp balik tanggal ini, tersimpan perayaan budaya, seruan pelestarian alam, hingga kampanye kesehatan global yang relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia hari ini.
Cap Go Meh 2026: Perayaan Kebersamaan dan Harapan
Tahun ini, 3 Maret 2026 bertepatan dengan perayaan Cap Go Meh bagi masyarakat Tionghoa. Cap Go Meh menandai hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek sekaligus penutup rangkaian perayaan Imlek.
Secara etimologis, “Cap” berarti sepuluh, “Go” lima, dan “Meh” malam—yang merujuk pada malam kelima belas. Perayaan ini identik dengan lampion sebagai simbol cahaya, keberuntungan, dan harapan baru. Di berbagai daerah Indonesia, Cap Go Meh diramaikan pawai budaya, pertunjukan barongsai, serta tarian naga (liong) yang menyedot perhatian warga lintas etnis.
Momentum ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ruang perjumpaan sosial yang memperkuat toleransi dan keberagaman.
Hari Margasatwa Sedunia: Alarm untuk Bumi
Secara internasional, 3 Maret diperingati sebagai World Wildlife Day atau Hari Margasatwa Sedunia.
Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga flora dan fauna liar dari ancaman kepunahan. Kerusakan habitat, perburuan ilegal, serta perdagangan satwa liar masih menjadi tantangan global—termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia.
Hari Margasatwa Sedunia mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap konservasi, karena keberlangsungan satwa liar berpengaruh langsung pada keseimbangan ekosistem dan kehidupan manusia.
Hari Pendengaran Sedunia: Pentingnya Deteksi Dini

