Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Peristiwa

Lontong Cap Go Meh, Simbol Akulturasi Tionghoa-Jawa yang Tetap Bertahan di Meja Perayaan

Selasa, 3 Maret 2026 13:00
Editor: diku
  • Bagikan
Lontong Cap Go Meh (Detik)

LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Di tengah semarak perayaan Cap Go Meh, satu hidangan nyaris tak pernah absen dari meja makan masyarakat Tionghoa peranakan di Jawa: Lontong Cap Go Meh. Lebih dari sekadar kuliner, sajian ini menjadi simbol panjang akulturasi budaya Tionghoa dan Jawa yang telah berlangsung ratusan tahun.

Dilansir Detik, Cap Go Meh sendiri merupakan perayaan hari ke-15 setelah Tahun Baru Imlek. Dalam tradisi Tionghoa, momen ini identik dengan sajian yuánxiāo atau bola-bola nasi. Namun ketika para imigran Tionghoa menetap di Jawa sejak abad ke-14 dan berbaur dengan masyarakat setempat, tradisi kuliner pun mengalami penyesuaian.

Alih-alih menyajikan bola nasi manis, masyarakat peranakan menggantinya dengan lontong—makanan khas Jawa berbahan dasar beras yang dibungkus daun pisang. Dari sinilah lahir hidangan yang kini dikenal sebagai Lontong Cap Go Meh, perpaduan rasa dan filosofi dua budaya.

Tak sekadar menggugah selera, tiap komponen dalam sepiring Lontong Cap Go Meh menyimpan makna simbolis. Bentuk lontong yang memanjang dipercaya melambangkan doa untuk umur panjang. Kuah santan berwarna kekuningan dari opor ayam dimaknai sebagai simbol kemakmuran dan kekayaan. Telur pindang yang berwarna cokelat tua melambangkan rezeki dan keberuntungan.

Keunikan lain terletak pada cara penyajiannya. Satu porsi Lontong Cap Go Meh harus tampak penuh dan melimpah. Lauk dan kuah disusun menjulang tinggi di atas piring, sebagai simbol harapan agar rezeki dan kebahagiaan juga berlimpah sepanjang tahun.

Dalam satu sajian lengkap, biasanya terdapat lontong, opor ayam, sayur lodeh labu siam, sambal goreng ati, telur pindang, daging bumbu abing, serundeng, hingga taburan koya dan kerupuk udang. Kombinasi ini menghadirkan perpaduan rasa gurih, manis, pedas, dan rempah yang kaya.

Menariknya, ada pula kisah populer yang mengaitkan penamaan hidangan ini dengan sosok Laksamana Tiongkok, Zheng He, yang dikenal di Jawa sebagai Sam Po Kong. Konon, dalam sebuah perlombaan memasak sup pada perayaan Cap Go Meh di Semarang, salah satu hidangan disebut sebagai “Luang Tang Shiwu Ming” yang berarti sup dengan banyak bahan di peringkat ke-15. Dalam pelafalan dialek Hokkien, istilah tersebut terdengar seperti “Lontong Cap Go Meh” dan kemudian melekat sebagai nama hidangan tersebut.

Terlepas dari legenda maupun fakta sejarahnya, Lontong Cap Go Meh hari ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kuliner Nusantara. Ia bukan hanya makanan perayaan, melainkan representasi harmonisasi budaya yang membentuk wajah Indonesia modern.

Di tengah perubahan zaman, Lontong Cap Go Meh tetap bertahan—menjadi pengingat bahwa akulturasi bukanlah tentang menghapus identitas, melainkan merajut perbedaan menjadi satu rasa yang utuh.

Tags: Lontong Cap Go Meh

Populer

  • 1
    PT ITSEC Asia Tbk Latih Pimpinan Organisasi hingga Pemangku Kepentingan di Makassar Tangani Krisis Siber
  • 2
    Prediksi Skotlandia vs Brasil di Piala Dunia 2026, Laga Penentuan Tiket ke Babak 32 Besar.
  • 3
    Rockstar Games Pertahankan Gambar Helikopter di Cover Art GTA 6, Tradisi 25 Tahun
  • 4
    Andi Gilang Borong 4 Podium di Mandalika Racing Series 2026 Seri 2
  • 5
    LENGKAP! Satgas PASTI Hentikan 27 Gadai Ilegal, Ini DAFTARNYA

Ekonomi

  • Hyundai Gowa Bidik Penjualan 15 Unit New CRETA per Bulan, Andalkan Skema Bayar 50:50 dan Garansi Trade-in 70 Persen
    Hyundai Gowa Bidik Penjualan 15 Unit New CRETA per Bulan, Andalkan Skema Bayar 50:50 dan Garansi Trade-in 70 Persen
  • SPBU di Parepare Perketat Pengawasan BBM Subsidi, QR Code dan STNK Kini Dicek Sebelum Pengisian
    SPBU di Parepare Perketat Pengawasan BBM Subsidi, QR Code dan STNK Kini Dicek Sebelum Pengisian
  • LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Mulai Juli 2026
    LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Mulai Juli 2026

Peristiwa

  • Kasgot Bekas Budidaya Maggot Diolah Jadi Pupuk Organik, Cara Bosowa Peduli Dukung Urban Farming
    Kasgot Bekas Budidaya Maggot Diolah Jadi Pupuk Organik, Cara Bosowa Peduli Dukung Urban Farming
  • Semangat Hijrah Menggapai Baitullah, Tazkiyah Group Perkenalkan Layanan Haji dan Umrah dengan Jaminan Kenyamanan
    Semangat Hijrah Menggapai Baitullah, Tazkiyah Group Perkenalkan Layanan Haji dan Umrah dengan Jaminan Kenyamanan
  • Asmo Sulsel Edukasi Warga Kassi-Kassi tentang Safety Riding dan Keselamatan Berboncengan
    Asmo Sulsel Edukasi Warga Kassi-Kassi tentang Safety Riding dan Keselamatan Berboncengan
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID