LUMINASIA.ID, WASHINGTON – Malam bersejarah Bam Adebayo yang mencetak 83 poin saat Miami Heat mengalahkan Washington Wizards 150-129 ternyata juga menyisakan sorotan tajam bagi pertahanan Wizards. Pertandingan di Kaseya Center itu bukan hanya mencatat rekor individu luar biasa, tetapi juga memperlihatkan rapuhnya lini defensif Washington sepanjang laga.
Dilansir Yahoo Sport, sejak kuarter pertama, Wizards tampak kesulitan menemukan cara menghentikan Adebayo. Center andalan Miami Heat tersebut langsung tampil agresif dengan mencetak 31 poin hanya dalam satu kuarter, membuat pertahanan Washington terlihat kewalahan menghadapi kombinasi kekuatan fisik dan akurasi tembakannya.
Situasi tidak membaik hingga turun minum. Adebayo sudah mengoleksi 43 poin di babak pertama, sementara hampir seluruh strategi bertahan Wizards gagal membatasi pergerakannya di area paint maupun perimeter. Bahkan, pemain Heat itu juga mencetak lima tembakan tiga angka dalam dua kuarter awal.
Kondisi ini membuat Wizards harus menerima catatan yang tidak diinginkan dalam sejarah klub. Untuk pertama kalinya, mereka kebobolan 70 poin atau lebih dari satu pemain dalam satu pertandingan. Meski Washington sendiri mampu mencetak 129 poin dengan akurasi tembakan mencapai 52 persen, produksi ofensif tersebut tetap tidak cukup untuk mengimbangi performa fenomenal Adebayo.
Center muda Wizards, Alex Sarr, sebenarnya menjadi pemain terbaik tim dengan torehan 28 poin. Namun ia juga menjadi salah satu korban aksi dominan Adebayo, termasuk saat sang bintang Heat melakukan dunk keras melewatinya di babak pertama.
Adebayo terus menambah pundi-pundi poinnya hingga kuarter keempat dan akhirnya mengakhiri laga dengan 83 poin, menjadikannya pencetak angka terbanyak kedua dalam satu pertandingan NBA sepanjang sejarah. Ia hanya kalah dari rekor legendaris Wilt Chamberlain yang mencetak 100 poin pada 1962, sekaligus melewati catatan Kobe Bryant yang mencetak 81 poin pada 2006.
Dari sisi statistik, performa Adebayo juga sangat ekstrem. Ia mencatat 36 dari 43 lemparan bebas, yang menjadi rekor baru NBA untuk lemparan bebas terbanyak dalam satu pertandingan. Jumlah percobaan free throw-nya juga mencetak rekor liga.
Sementara itu bagi Wizards, kekalahan ini menjadi peringatan serius tentang lemahnya pertahanan mereka saat menghadapi pemain dominan. Jika tidak segera diperbaiki, performa seperti ini berpotensi kembali terjadi ketika menghadapi tim dengan superstar ofensif lainnya.
Kemenangan ini menjadi kemenangan keenam beruntun Miami Heat dan membawa mereka ke rekor 37-29 musim ini, sekaligus memperkuat posisi mereka dalam persaingan playoff Wilayah Timur.

