LUMINASIA.ID - Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) kembali mengalami tekanan pada perdagangan sesi I, Senin (11/5/2026). Meski harga saham emiten Grup Sinar Mas itu turun tajam, aksi beli investor masih terlihat cukup kuat di tengah pelemahan pasar.
Hingga jeda siang, saham DSSA tercatat melemah 8,02 persen ke posisi Rp1.205 per saham. Aktivitas perdagangan terpantau tinggi dengan volume transaksi mencapai 136,8 juta saham yang diperdagangkan sebanyak 13.919 kali. Nilai transaksi saham DSSA pada sesi tersebut mencapai Rp167,62 miliar.
Menariknya, di tengah tekanan jual yang terjadi, data perdagangan menunjukkan masih adanya akumulasi pembelian cukup besar. Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, DSSA membukukan net buy sebesar Rp65,8 miliar, tertinggi dibanding saham lain pada sesi perdagangan siang itu.
Baca: Saat PHK Mendadak Bikin Bingung, Reksa Dana Jadi Penopang Keuangan yang Aman
Kondisi tersebut menunjukkan minat investor terhadap saham DSSA belum sepenuhnya hilang meski pergerakan harga masih berada dalam tekanan bearish.
Pelemahan saham DSSA sendiri telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Sejak 21 April hingga 8 Mei 2026, saham ini mayoritas bergerak di zona merah dan hanya sekali mencatat penguatan, yakni pada perdagangan 7 Mei 2026.
Dalam sepekan terakhir, saham DSSA tercatat turun 20,98 persen. Sementara dalam satu bulan terakhir, koreksi saham ini telah mencapai 61,25 persen.
Tekanan terhadap saham DSSA turut dipengaruhi sentimen peninjauan indeks global MSCI yang dijadwalkan diumumkan pada 12 Mei 2026. Sebelumnya, pada pengumuman MSCI tertanggal 20 April 2026, saham DSSA juga sempat mengalami tekanan setelah dikaitkan dengan tingginya konsentrasi kepemilikan saham.
Meski demikian, DSSA masih tercatat sebagai bagian dari MSCI Global Standard Index.
Dari sisi teknikal, BRI Danareksa Sekuritas masih merekomendasikan aksi jual atau sell untuk saham DSSA. Broker tersebut menilai pergerakan saham DSSA masih berada dalam tren penurunan dan berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support berikutnya di level Rp1.170.
Baca: Meski IHSG Melemah, OJK Pastikan Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga
Tingginya volatilitas saham DSSA membuat pelaku pasar disarankan lebih cermat dalam mengambil keputusan investasi, terutama menjelang pengumuman hasil review indeks MSCI yang dinilai dapat memengaruhi arah pergerakan saham dalam jangka pendek.

