TRIBUN-TIMUR.COM - Program Telkomsel Poin: Mudik Hepi 2026 membawa kebahagiaan bagi ratusan peserta mudik dari Makassar. Salah satunya dirasakan oleh Puryanto, yang mengaku akhirnya bisa kembali ke kampung halaman setelah enam tahun tidak mudik.
Telkomsel resmi memberangkatkan 200 peserta mudik dari Makassar menuju Surabaya melalui jalur laut dalam seremoni pelepasan di GraPARI Telkomsel Makassar, Rabu (12/3/2026). Peserta akan berangkat Minggu (15/3/2026) menggunakan kapal PELNI.
Keberangkatan ini merupakan bagian dari program nasional Mudik Hepi 2026 yang secara keseluruhan memberangkatkan sekitar 1.100 pesertadari berbagai daerah di Indonesia.
Vice President Consumer Business Telkomsel Area Pamasuka, Muharlis Ale, mengatakan program Mudik Hepi merupakan agenda tahunan Telkomsel yang menghadirkan semangat gotong royong pelanggan melalui donasi Telkomsel Poin.
“Ini adalah acara tahunan yang Telkomsel selalu komit untuk lakukan, yaitu program Mudik Hepi. Tahun ini dari Makassar kita memberangkatkan 200 pelanggan melalui jalur laut menuju Surabaya, dari total nasional sekitar 1.100 peserta,” kata Muharlis Ale.
Ia menjelaskan, rute keberangkatan melalui jalur laut tahun ini berasal dari Makassar menuju Surabaya, Balikpapan menuju Surabaya, serta Batam menuju Tanjung Priok.
“Kami berharap peserta yang mendapatkan kesempatan ini bisa lebih cepat berkumpul bersama keluarga, bersilaturahmi lebih awal, dan merasakan suasana menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Program Mudik Hepi 2026 merupakan gerakan berbasis donasi pelanggan melalui Telkomsel Poin yang ditukarkan di aplikasi MyTelkomsel selama periode 18 Februari hingga 10 Maret 2026. Setiap 500 poin setara dengan donasi Rp5.000 yang kemudian dikonversi menjadi tiket perjalanan mudik.
Secara nasional, program ini memberangkatkan sekitar 500 peserta jalur bus dan 600 peserta jalur kapal laut.
Untuk jalur laut, rute yang dilayani antara lain Balikpapan–Surabaya menggunakan KM Dorolonda pada 14 Maret, Makassar–Surabaya menggunakan KM Labobar pada 15 Maret, serta Batam–Tanjung Priok menggunakan KM Nggapulu pada 18 Maret.
Muharlis menuturkan program ini lahir dari semangat gotong royong pelanggan Telkomsel yang ingin membantu sesama agar bisa merayakan Lebaran bersama keluarga.
“Bagi banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan. Ini tentang memeluk orang tua, kerabat, atau orang tercinta, menenangkan rindu, dan merayakan harapan. Melalui Mudik Hepi, kami mengajak pelanggan mengubah poin menjadi tiket pulang yang membawa kebahagiaan,” ujarnya.
Selain tiket perjalanan, para peserta juga mendapatkan uang saku serta goodie bag dari Telkomsel sebagai bekal perjalanan.
Salah satu peserta mudik, Puryanto, mengaku sangat bersyukur bisa mengikuti program tersebut setelah enam tahun tidak pulang ke kampung halaman di Kediri.
“Perasaan saya luar biasa senang sekali dengan program Telkomsel ini. Sudah enam tahun saya tidak mudik ke Kediri,” kata Puryanto.
Ia mengaku selama ini belum sempat pulang karena kesibukan pekerjaan di Makassar serta tanggung jawab keluarga.
“Selama ini kerja di Makassar bersama keluarga. Saya punya istri dan dua anak, jadi baru kali ini bisa mudik sekeluarga,” ujarnya.
Menurutnya, program mudik gratis dari Telkomsel sangat membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman namun terkendala biaya perjalanan.
“Terima kasih Telkomsel, program ini sangat membantu kami bisa pulang dan berkumpul dengan keluarga di kampung halaman,” katanya.
Senada, pemudik lainnya, Maisyah, juga sudah 6 tahun tidak mudik, dan sangat senang mendapat kesempatan mudik bersama keluarga besar, gratis dari Telkomsel.
Program Mudik Hepi sendiri dijalankan Telkomsel bersama KitaBisa.com dalam penyaluran donasi pelanggan, sementara perjalanan laut didukung oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).

