LUMINASIA.ID, MAKASSAR – Keluhan masyarakat terhadap layanan pengisian saldo kartu elektronik (e-money) di ruas Tol Makassar tidak hanya menyoroti sikap petugas, tetapi juga membuka persoalan yang lebih luas terkait kualitas sistem dan kesiapan layanan publik di lapangan.
Dilansir Fajar, sejumlah pengguna jalan menilai, permasalahan yang terjadi bukan sekadar insiden individu, melainkan indikasi perlunya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi teknologi maupun sumber daya manusia (SDM).
Pengamat layanan publik di Makassar menyebut, fasilitas top up di jalan tol merupakan bagian penting dari ekosistem transaksi non-tunai yang seharusnya berjalan cepat, efisien, dan minim hambatan. Namun, gangguan jaringan serta komunikasi petugas yang kurang baik justru berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan, terutama di jam sibuk.
“Ketika sistem tidak stabil dan petugas tidak mampu mengelola situasi dengan baik, maka yang terdampak bukan hanya satu pengguna, tetapi keseluruhan antrean,” ujarnya.
Selain itu, ketergantungan pada jaringan perbankan juga menjadi faktor krusial. Gangguan koneksi, seperti yang disebutkan berasal dari Bank Mandiri, menunjukkan perlunya sistem cadangan atau alternatif layanan agar pengguna tetap dapat melakukan top up tanpa harus berpindah lokasi.
Di sisi lain, aspek pelayanan menjadi perhatian utama. Dalam konteks layanan publik, etika komunikasi dinilai sama pentingnya dengan kecepatan layanan. Pengguna berharap petugas dapat memberikan informasi secara jelas dan ramah, terutama ketika terjadi kendala teknis.
Momentum menjelang arus mudik Lebaran turut memperbesar urgensi perbaikan layanan ini. Volume kendaraan yang meningkat diperkirakan akan memperbesar kebutuhan top up saldo secara langsung di tol, sehingga potensi antrean dan keluhan bisa semakin tinggi jika tidak diantisipasi sejak dini.
Pakar transportasi menilai, operator tol perlu melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk peningkatan pelatihan petugas, optimalisasi infrastruktur digital, serta penyediaan titik top up tambahan di lokasi strategis.
Dengan perbaikan tersebut, diharapkan layanan e-money di Tol Makassar dapat benar-benar menjadi solusi praktis bagi pengguna jalan, bukan justru menjadi sumber kendala di tengah perjalanan.

