LUMINASIA.ID, Bandung – Kebakaran belasan kios barang bekas di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (26/3/2026) dini hari, tak hanya menyisakan kerugian material, tetapi juga memunculkan kekhawatiran baru terkait keselamatan lingkungan padat usaha dan aktivitas warga sekitar.
Dilansir Detik, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 03.55 WIB itu melanda sedikitnya 14 bangunan semi permanen yang tersebar di dua wilayah, yakni Kelurahan Ciseureuh dan Pasirluyu, Kecamatan Regol. Api dengan cepat membesar lantaran sebagian besar kios terbuat dari material kayu bekas yang mudah terbakar.
Selain proses pemadaman yang masih berlangsung pada pagi hari, dampak kebakaran mulai dirasakan warga sekitar. Sejumlah akses jalan sempat terganggu akibat kepulan asap tebal dan aktivitas petugas, sementara warga di sekitar lokasi memilih menjauh demi menghindari potensi bahaya lanjutan.
Kapolsek Regol Kompol Heri Suryadi menyebutkan kios yang terbakar merupakan tempat penyimpanan material bekas milik warga. Kondisi bangunan yang rapat serta dominasi bahan mudah terbakar diduga menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api.
Di sisi lain, kejadian ini kembali menyoroti kerentanan kawasan usaha informal yang padat dan minim standar keamanan kebakaran. Banyak kios barang bekas berdiri dengan konstruksi sederhana tanpa sistem proteksi seperti alat pemadam api ringan (APAR) atau jalur evakuasi yang memadai.
Pengamat tata kota menilai perlunya evaluasi serius terhadap penataan kawasan usaha semacam ini, terutama yang berada di jalur utama seperti Soekarno-Hatta. Selain berisiko tinggi terhadap kebakaran, lokasi yang berdekatan dengan permukiman juga meningkatkan potensi dampak yang lebih luas jika terjadi insiden serupa.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, aparat masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, sementara proses pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk meningkatkan standar keselamatan, terutama di kawasan dengan material mudah terbakar dan kepadatan tinggi.

