LUMINASIA.ID, NASIONAL - Rekrutmen anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tahun anggaran 2026 resmi dibuka dengan penekanan kuat pada pemenuhan kebutuhan personel di level operasional. Dari total ribuan formasi yang tersedia, jalur Bintara menjadi yang paling dominan dengan kuota mencapai 5.141 orang, jauh melampaui Akademi Kepolisian (Akpol) sebanyak 300 orang dan Tamtama 1.500 orang.
Dilansir Media Indonesia, dominasi kuota Bintara ini menunjukkan fokus Polri dalam memperkuat lini terdepan pelayanan dan keamanan masyarakat. Pendidikan untuk jalur ini dijadwalkan dimulai pada 20 Juli 2026, bersamaan dengan Tamtama, sementara Akpol akan memulai pendidikan lebih belakangan pada 1 Agustus 2026.
Selain jalur umum, Polri juga membuka peluang melalui Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) yang menyasar lulusan dengan keahlian tertentu. Bidang yang dibuka mencakup tenaga kesehatan dan gizi, pertanian, perikanan, peternakan, hingga teknik sipil, akuntansi, humas, dan tenaga pendidik. Skema ini memperlihatkan upaya Polri dalam mengintegrasikan kompetensi profesional ke dalam tubuh institusi.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui situs resmi penerimaan Polri dan dibuka sejak 9 Maret hingga 30 Maret 2026. Seluruh proses seleksi ditegaskan mengusung prinsip BETAH, yakni bersih, transparan, akuntabel, dan humanis.
Adapun syarat umum yang harus dipenuhi pelamar antara lain warga negara Indonesia, minimal lulusan SMA/sederajat, berusia minimal 18 tahun saat pelantikan, serta sehat jasmani dan rohani. Calon peserta juga wajib tidak memiliki catatan kriminal yang dibuktikan melalui SKCK.
Polri mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap praktik penipuan yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Seluruh proses rekrutmen ditegaskan tidak dipungut biaya.
Dengan besarnya kuota dan variasi jalur yang dibuka, rekrutmen Polri 2026 menjadi peluang besar bagi generasi muda untuk bergabung, khususnya di sektor pelayanan langsung kepada masyarakat.

