LUMINASIA.ID, BOLA - Pelatih Manuel Pellegrini memberikan sudut pandang berbeda terkait performa Antony yang tengah menurun bersama Real Betis. Alih-alih menyoroti aspek teknis atau mental semata, Pellegrini menegaskan bahwa akar persoalan justru terletak pada kondisi fisik sang pemain yang belum sepenuhnya pulih.
Dilansir Yahoo Sport, dalam keterangannya usai hasil imbang tanpa gol melawan Espanyol, Pellegrini mengungkap bahwa Antony tidak bisa menjalani sesi latihan secara konsisten. Hal ini berdampak langsung pada kebugaran dan ritme permainannya di lapangan.
Menurutnya, masalah pubalgia yang dialami pemain asal Brasil itu menjadi faktor krusial. Cedera tersebut membuat Antony kesulitan bermain penuh selama 90 menit tanpa risiko memperburuk kondisi. Akibatnya, tim pelatih harus menerapkan pendekatan hati-hati dalam mengelola menit bermainnya.
Pellegrini juga menekankan bahwa memaksakan Antony tampil penuh justru bisa merugikan tim dalam jangka panjang. Pemulihan yang tidak optimal akan berdampak pada ketersediaannya di pertandingan berikutnya, sehingga rotasi menjadi opsi yang tak terhindarkan.
Situasi ini membuka peluang bagi pemain muda seperti Pablo Garcia untuk unjuk gigi. Dalam laga melawan Espanyol, Garcia langsung memberi dampak signifikan meski masuk sebagai pemain pengganti, memperketat persaingan di lini serang Betis.
Di sisi lain, ekspektasi terhadap Antony tetap tinggi. Pellegrini mengakui bahwa meski dalam kondisi terbatas, pemain tersebut masih diharapkan mampu menghadirkan momen-momen krusial. Namun, dengan kondisi fisik yang belum ideal, kontribusi maksimal jelas sulit dicapai.
Pendekatan Pellegrini ini menunjukkan bahwa performa pemain tidak selalu bisa diukur dari statistik atau kontribusi langsung di lapangan. Dalam kasus Antony, manajemen cedera dan kebugaran menjadi kunci utama sebelum bicara soal konsistensi performa.
Dengan musim yang masih berjalan, keputusan Betis untuk “melindungi” Antony bisa menjadi langkah strategis demi menjaga kontribusinya dalam jangka panjang, sekaligus memberi ruang bagi regenerasi skuad.

