LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Platform perjalanan digital Agoda mencatat lonjakan minat wisata ke sejumlah destinasi domestik menjelang libur panjang akhir pekan Hari Buruh 2026.
Tren ini terlihat dari peningkatan pencarian akomodasi oleh wisatawan Indonesia yang mulai merencanakan perjalanan singkat untuk beristirahat dari rutinitas harian.
Sejumlah destinasi seperti Puncak dan Surakarta menjadi pilihan utama karena menawarkan kombinasi panorama alam, kekayaan budaya, serta akses yang relatif mudah dijangkau. Karakteristik tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan wisatawan yang ingin berlibur tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Tren liburan singkat atau short getaway kini semakin menguat dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Hal ini sejalan dengan laporan Agoda Travel Outlook 2026 yang menunjukkan bahwa relaksasi menjadi alasan utama seseorang bepergian. Selain itu, wisata bersama keluarga dan destinasi yang dekat dari tempat tinggal juga menjadi prioritas utama.
Data Agoda menunjukkan peningkatan signifikan pada destinasi berbasis budaya dan alam. Pencarian akomodasi di Yogyakarta tercatat naik 61 persen, sementara Surakarta melonjak hingga 117 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kedua kota ini tetap diminati berkat daya tarik budaya, mulai dari bangunan bersejarah, pasar tradisional, hingga kekayaan kuliner lokal yang memberikan pengalaman autentik meski dalam waktu singkat.
Selain itu, kedua destinasi tersebut juga menawarkan akses mudah ke wisata alam. Yogyakarta dikenal memiliki kawasan pantai di bagian selatan serta wilayah pegunungan di utara. Sementara Surakarta menjadi pintu menuju kawasan Tawangmangu yang berhawa sejuk serta perkebunan teh Kemuning di Ngargoyoso.
Pola peningkatan serupa juga terlihat di kota lain yang menggabungkan faktor iklim sejuk dan gaya hidup modern. Bandung mencatat kenaikan minat sebesar 61 persen, sedangkan Malang tumbuh 35 persen. Bandung tetap menarik dengan budaya kafe, ruang kreatif, serta destinasi alam seperti Tangkuban Perahu dan Kawah Putih. Di sisi lain, Malang menawarkan suasana yang lebih santai dengan akses ke Gunung Bromo, air terjun, hingga pantai-pantai di pesisir selatan.
Semarang juga mencatat pertumbuhan minat wisata sekitar 60 persen. Kota ini menjadi alternatif menarik berkat perpaduan arsitektur kolonial, kawasan Kota Lama yang telah direvitalisasi, serta kedekatannya dengan wilayah dataran tinggi yang cocok untuk relaksasi.
Di wilayah sekitar Jakarta, Puncak mencatat peningkatan pencarian akomodasi paling tinggi, yakni mencapai 192 persen dibandingkan tahun lalu. Kawasan ini tetap menjadi destinasi favorit karena akses yang mudah, udara pegunungan, serta banyaknya pilihan vila dan resor untuk liburan singkat. Sementara itu, Bogor mengalami kenaikan minat sebesar 70 persen, didukung daya tarik Kebun Raya, udara sejuk, serta ragam kuliner.
Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, Gede Gunawan, mengatakan tren perjalanan saat libur panjang kini semakin terencana. “Wisatawan Indonesia semakin memprioritaskan destinasi yang mudah dijangkau namun tetap menawarkan pengalaman berbeda, baik dari sisi alam, budaya, maupun kuliner. Destinasi seperti Puncak dan Surakarta menjadi pilihan karena tidak membutuhkan perjalanan panjang, tetapi tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemudahan dalam proses pemesanan juga menjadi faktor penting dalam mendorong minat perjalanan.
“Agoda membantu wisatawan menemukan penawaran terbaik dengan proses yang praktis, sehingga mereka dapat merencanakan liburan secara lebih efisien dan nyaman,” katanya.
Agoda sendiri menyediakan lebih dari 6 juta pilihan hotel dan akomodasi, lebih dari 130.000 rute penerbangan, serta lebih dari 300.000 aktivitas wisata di berbagai destinasi dunia. Platform ini dapat diakses melalui situs Agoda.com maupun aplikasi seluler yang tersedia dalam berbagai bahasa.
Data yang digunakan dalam laporan ini merupakan hasil pencarian akomodasi pada periode 1–25 Maret 2026, dengan tanggal check-in antara 29 April hingga 3 Mei 2026.

