Langsung ke konten
DuaSisi
jmsi sulsel
  • HIBURAN
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
  • VIRAL
  • PERISTIWA
  • SULSEL
  • EDUKASI
  • LIFESTYLE
  • OPINI
  • VIDEO
  • MAKASSAR
  • INDEKS
Beranda Edukasi

CEO BYD Haka Auto Pembicara di Studium Generale ITB, Paparkan Peran EV Kurangi Impor BBM

Senin, 27 April 2026 16:54
Editor: Ina Maharani
  • Bagikan
CEO BYD Haka Auto Indonesia, Hariyadi Kaimuddin, hadir dalam kegiatan Studium Generale di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (24/4/2026), yang diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa secara luring dan daring.

LUMINASIA.ID, BANDUNG – Percepatan elektrifikasi kendaraan dan pemanfaatan energi terbarukan dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan CEO BYD Haka Auto Indonesia, Hariyadi Kaimuddin, dalam kegiatan Studium Generale di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (24/4/2026), yang diikuti lebih dari 1.000 mahasiswa secara luring dan daring.

Dalam pemaparannya, Hariyadi menegaskan bahwa kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) tidak hanya berfungsi sebagai alat transportasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi besar nasional yang mencakup kemandirian energi, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan.

“EV bukan hanya solusi transportasi, tetapi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sektor transportasi masih menjadi salah satu penyumbang terbesar konsumsi energi berbasis fosil di Indonesia.

Tanpa adanya transformasi menuju elektrifikasi, kebutuhan impor energi diproyeksikan akan terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah kendaraan.

Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik membuka peluang optimalisasi sumber energi domestik yang lebih beragam.

Saat ini, sistem kelistrikan nasional masih didominasi energi fosil, terutama batu bara, namun ke depan pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga air, panas bumi, dan surya dinilai dapat menjadi tulang punggung baru dalam memperkuat ketahanan energi.

“Jika kita beralih ke listrik berbasis energi domestik, ketahanan energi Indonesia akan jauh lebih kuat,” jelasnya.

Selain aspek energi, Hariyadi juga menyoroti dampak signifikan pengembangan kendaraan listrik terhadap perekonomian nasional.

Industri otomotif memiliki kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB), ekspor, serta penyerapan tenaga kerja, sehingga transformasi menuju EV berpotensi memperkuat struktur industri nasional.

Ia menekankan bahwa keberhasilan adopsi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada produk, tetapi juga kesiapan ekosistem secara menyeluruh.

Ekosistem tersebut mencakup infrastruktur pengisian daya, rantai pasok baterai, layanan purna jual, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Menurutnya, percepatan pembangunan ekosistem EV harus didukung kolaborasi antara pemerintah, industri, dan institusi pendidikan.

Kolaborasi lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan sistem yang berkelanjutan sekaligus mampu bersaing di tingkat global.

Dalam kesempatan tersebut, Hariyadi juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi turut berperan aktif dalam menciptakan inovasi di sektor energi dan kendaraan listrik.

“Kita tidak bisa hanya menunggu perubahan, tetapi harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya di bidang teknologi, energi terbarukan, dan inovasi industri.

Partisipasi dalam kegiatan akademik seperti Studium Generale menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dengan institusi pendidikan sekaligus menyiapkan talenta masa depan.

Di sisi bisnis, Haka Auto terus memperluas jaringan sebagai bagian dari strategi percepatan adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Sepanjang 2026, perusahaan telah mengoperasikan 15 outlet BYD dan dua outlet Denza di sejumlah kota strategis.

Ekspansi jaringan ini akan terus berlanjut pada semester pertama 2026 dengan penambahan dealer baru di berbagai wilayah.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan penjualan dan purna jual kendaraan listrik.

Perusahaan juga menargetkan peningkatan kualitas layanan agar semakin dekat dengan kebutuhan konsumen di berbagai daerah.

Melalui penguatan jaringan, edukasi publik, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, Haka Auto optimistis dapat berkontribusi dalam mempercepat transformasi menuju ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Upaya ini diharapkan tidak hanya mendukung pengurangan emisi karbon, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam industri otomotif global berbasis energi bersih.

Tags: BYD Haka mobil listrik BYD BYD Hariyadi Kaimuddin

Baca Juga

BYD Jual 5.264 Mobil di Indonesia pada Juni 2026, Haka Auto Sebut Permintaan Kendaraan Listrik Terus Meningkat
BYD Jual 5.264 Mobil di Indonesia pada Juni 2026, Haka Auto Sebut Permintaan Kendaraan Listrik Terus Meningkat
BYD Luncurkan Supercar Listrik DENZA Z, Hadir dalam Varian Coupe dan Racing
BYD Luncurkan Supercar Listrik DENZA Z, Hadir dalam Varian Coupe dan Racing
Bakal Hadirkan 13 Dealer Baru Termasuk Dua di Makassar, Haka Auto Buka Lowongan Kerja
Bakal Hadirkan 13 Dealer Baru Termasuk Dua di Makassar, Haka Auto Buka Lowongan Kerja
BYD Tech Culture Fest 2026 Resmi Dibuka di GBK, Hadirkan Test Drive hingga Off-Road DENZA B5
BYD Tech Culture Fest 2026 Resmi Dibuka di GBK, Hadirkan Test Drive hingga Off-Road DENZA B5
BYD Indonesia Tambah Varian Baru ATTO 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta
BYD Indonesia Tambah Varian Baru ATTO 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta
Haka Auto Terapkan Standar Respons Cepat dan Terintegrasi untuk Keluhan Konsumen
Haka Auto Terapkan Standar Respons Cepat dan Terintegrasi untuk Keluhan Konsumen

Populer

  • 1
    Ini Pernjelasan Manajemen Terkait Kebakaran Nipah Park, Penyebab Kebakaran Lengkap Kronologis
  • 2
    Belajar dari UTM, Pendidikan Sosiologi Unismuh Dorong Kolaborasi Perkuat Daya Saing Global
  • 3
    Bupati Talenrang Hadiri Wisuda Polbangtan Gowa
  • 4
    Special Screening di Makassar, Film Dan Bandung Tawarkan Kisah Romansa Gen Z yang Relate dengan Kehidupan Anak Muda
  • 5
    Pemkot Makassar Matangkan HUT Ke-81 RI, Karebosi Jadi Pusat Upacara Kemerdekaan

Ekonomi

  • Pelindo Multi Terminal Catat Arus Barang 59,59 Juta Ton pada Semester I 2026
    Pelindo Multi Terminal Catat Arus Barang 59,59 Juta Ton pada Semester I 2026
  • Gelar Pertemuan dengan Elemen Masyarakat, PT KIMA Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
    Gelar Pertemuan dengan Elemen Masyarakat, PT KIMA Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
  • Pelindo Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi 200 Warga Wajo Sambut HUT Ke-81 RI
    Pelindo Beri Layanan Kesehatan Gratis bagi 200 Warga Wajo Sambut HUT Ke-81 RI

Peristiwa

  • Dedi Congor Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi, Perkara di Polri Berjalan Sejak 2023
    Dedi Congor Jadi Tersangka Kasus Gratifikasi, Perkara di Polri Berjalan Sejak 2023
  • Rebo Wekasan 2026 Jatuh 12 Agustus, Begini Sejarah dan Tradisinya di Masyarakat Jawa
    Rebo Wekasan 2026 Jatuh 12 Agustus, Begini Sejarah dan Tradisinya di Masyarakat Jawa
  • BLT 2026 Cair Bertahap, Ini Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima
    BLT 2026 Cair Bertahap, Ini Jadwal Penyaluran dan Cara Cek Penerima
  • Beranda
  • Tentang Kami
  • Struktur
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
© 2024 - 2026 LUMINASIA.ID