LUMINASIA.ID, BOLA - Pelatih Graham Arnold menyoroti ketimpangan dalam pelaksanaan ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang dinilai merugikan Timnas Indonesia. Ia menilai format dan penentuan tuan rumah pada fase tersebut tidak berjalan secara adil.
Dilansir CNN Indonesia, dalam pernyataannya di sebuah siniar, Arnold mengungkapkan kejanggalan yang terjadi sejak awal pelaksanaan ronde keempat. Ia menjelaskan bahwa pada awalnya, fase tersebut direncanakan berlangsung di venue netral. Namun, keputusan itu berubah setelah undian dilakukan.
“Saya harus katakan bahwa saya menyayangkan apa yang terjadi terhadap Indonesia di grup kami karena itu benar-benar tidak adil. Kita semua tahu ronde keempat dimainkan di Qatar dan Arab Saudi,” ujar Arnold.
Pada ronde tersebut, Grup B digelar di Arab Saudi, yang menjadi tuan rumah sekaligus peserta, bersama Timnas Irak dan Indonesia. Sementara Grup A berlangsung di Qatar.
Arnold mengaku heran dengan perubahan aturan yang menetapkan dua tim dengan peringkat FIFA tertinggi sebagai tuan rumah. Menurutnya, keputusan tersebut tidak konsisten dengan rencana awal.
“Ketika saya datang ke undian, saat itu masih melatih Australia, kami diberi tahu bahwa akan ada tempat netral. Namun setelah undian, tiba-tiba dua tim dengan peringkat tertinggi menjadi tuan rumah,” katanya.
Ia bahkan sempat berpikir Australia berpeluang menjadi tuan rumah karena posisi ranking FIFA saat itu. Namun, pada akhirnya Arab Saudi yang mendapatkan hak tersebut.
Menurut Arnold, kondisi ini memberi keuntungan signifikan bagi tuan rumah, terutama dari sisi waktu pemulihan dan jadwal pertandingan.
“Tentu Indonesia harus bermain dan bersiap sejak Senin untuk laga hari Rabu. Lalu tiga hari kemudian menghadapi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Arab Saudi memiliki waktu istirahat jauh lebih panjang dibanding tim lain.
“Arab Saudi punya jeda enam atau tujuh hari, sementara kami harus bertanding lagi dua hari setelah melawan Indonesia,” tegas Arnold.
Situasi tersebut dinilai menciptakan ketimpangan kompetitif yang berdampak pada hasil akhir. Arab Saudi akhirnya keluar sebagai juara grup dan lolos langsung ke Piala Dunia 2026. Irak finis di posisi kedua dan harus melanjutkan perjuangan ke ronde berikutnya, sementara Indonesia berada di posisi terakhir dan gagal melaju.
Arnold menegaskan bahwa perbedaan jadwal dan status tuan rumah memainkan peran penting dalam menentukan hasil akhir kompetisi. Ia pun menyiratkan perlunya evaluasi terhadap sistem yang digunakan agar lebih adil bagi semua peserta di masa mendatang.

