LUMINASIA.ID - Pemerintah Kota Makassar bersama panitia Makassar Half Marathon (MHM) 2026 terus mematangkan persiapan pelaksanaan event lari tahunan yang kini disebut sebagai salah satu ajang sport tourism terbesar di kawasan timur Indonesia.
Memasuki tahun kelima penyelenggaraan, MHM 2026 yang akan berlangsung pada 29-31 Mei 2026 di kawasan Anjungan Pantai Losari diproyeksikan tidak hanya menghadirkan ribuan pelari dari dalam dan luar negeri, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi daerah hingga ratusan miliar rupiah.
Dalam konferensi pers yang digelar di Karma, Jalan Onta Lama, Makassar, Sabtu (9/5/2026), Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, Syamsul Bahri, mengatakan Makassar Half Marathon kini telah menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender event nasional Kota Makassar.
Menurut Syamsul, MHM saat ini menjadi salah satu event lari paling diperhitungkan di Indonesia Timur dan terus berkembang setiap tahun.
“Makassar Half Marathon sekarang sudah menjadi salah satu event lari terbesar di kawasan timur Indonesia. Bahkan sudah mulai diperbincangkan secara nasional karena penyelenggaraannya konsisten dan kualitas event terus meningkat,” ujarnya.
Ia menyebut pelaksanaan MHM juga didukung manajemen event yang selama ini menangani sejumlah marathon besar di Indonesia, termasuk Jakarta dan Bandung.
“Ini satu management yang memang berpengalaman membantu pelaksanaan event-event marathon besar di Indonesia. Karena itu, kami optimistis kualitas penyelenggaraan di Makassar juga bisa terus meningkat,” katanya.
Menurut Syamsul, Makassar Half Marathon saat ini menjadi salah satu event olahraga yang masuk dalam kalender tahunan Kota Makassar sekaligus bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor sport tourism.
“Bagi kami di Pemerintah Kota Makassar, ini salah satu kegiatan yang memang masuk kalender nasional khusus Kota Makassar. Event seperti ini penting karena membawa dampak ekonomi dan promosi daerah,” ujarnya.
Syamsul memaparkan, MHM 2026 diprediksi menarik hingga 20 ribu pengunjung yang terdiri atas 12 ribu peserta serta anggota keluarga maupun pendamping.
Dengan rata-rata pengeluaran harian antara Rp580 ribu hingga Rp2 juta per orang selama tiga hari pelaksanaan, perputaran uang selama event diperkirakan mencapai Rp35 miliar hingga Rp120 miliar.
“Ini membuktikan Makassar mulai dikenal sebagai destinasi sport tourism di Indonesia timur,” katanya.
Selain dampak ekonomi, Pemerintah Kota Makassar juga memastikan berbagai fasilitas pendukung telah dibenahi menjelang pelaksanaan lomba. Mulai dari kondisi jalan, trotoar, lampu penerangan, jaringan internet hingga pengamanan lintasan disebut telah diperiksa bersama dinas terkait.
“Kita ingin semua peserta merasa aman dan nyaman selama berada di Makassar. Semua fasilitas pendukung dicek,” ujarnya.
Syamsul juga menanggapi polemik anggaran yang sempat ramai diperbincangkan publik. Ia menegaskan dukungan APBD Kota Makassar untuk MHM 2026 hanya sekitar Rp2,2 miliar dari total proposal kegiatan yang diajukan panitia sebesar Rp9,9 miliar.
“Yang dari pemerintah hanya Rp2,2 miliar. Selebihnya berasal dari sponsor, registrasi peserta, dan dukungan pihak lain,” tegasnya.
Ia menjelaskan sejak awal Pemerintah Kota Makassar meminta seluruh komponen pembiayaan dipisahkan secara rinci agar publik mengetahui sumber pendanaan kegiatan secara terbuka.
“Saya minta semuanya jelas. Mana yang dari APBD, mana sponsor, mana registrasi peserta. Jadi masyarakat bisa melihat secara detail penggunaan anggarannya,” katanya.
Menurut Syamsul, proposal awal yang diajukan panitia mencapai Rp9,9 miliar. Namun setelah melalui pembahasan bersama DPRD Kota Makassar, dukungan APBD akhirnya diputuskan sebesar Rp2,2 miliar.
“Proposal awal itu sekitar Rp9,9 miliar. Setelah pembahasan, kami turunkan dan akhirnya dukungan pemerintah sekitar Rp2,2 miliar. Sisanya dari sponsor dan sumber lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan dana dari APBD digunakan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap keberlangsungan event sport tourism yang telah berjalan sejak 2022 dan dinilai memberi dampak besar terhadap promosi daerah maupun sektor ekonomi.
“Ini kegiatan berlanjut dari 2022 sampai sekarang dan sudah masuk kalender event Kota Makassar. Karena itu pemerintah hadir memberi dukungan agar event ini terus berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, pihak penyelenggara MHM, Arief Rachman Nur, menjelaskan bahwa antusiasme peserta tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Menurutnya, jumlah peserta mengalami kenaikan sekitar 2.000 orang dibanding tahun lalu dan mayoritas pendaftaran dilakukan secara daring melalui website resmi.
“Alhamdulillah target tahun ini naik sekitar 2.000 peserta dibanding tahun lalu. Dari target 12 ribu peserta, saat ini kuota hampir seluruhnya terisi melalui pendaftaran website,” ujarnya.
Arief mengatakan peningkatan jumlah peserta dari luar Makassar menjadi indikator bahwa MHM mulai menjadi destinasi sport tourism nasional.
“Yang paling ditunggu sebenarnya peningkatan peserta dari luar Makassar. Tahun ini peningkatannya mencapai hampir 50 persen. Artinya dari 12 ribu peserta, sekitar 6 ribu orang berasal dari luar Makassar,” katanya.
Selain itu,s ekitar 30 orang adalah pelari mancanegara dari Amerika Serikat, Afrika, Jerman hingga Jepang dipastikan ikut ambil bagian.
Menurutnya, ribuan peserta dari luar daerah tersebut akan memberikan dampak ekonomi langsung terhadap Kota Makassar selama pelaksanaan event berlangsung.
“Mereka akan datang ke Makassar, menginap di hotel-hotel Makassar, makan di restoran, belanja di pusat perbelanjaan dan UMKM. Artinya akan terjadi transaksi ekonomi yang besar selama event berlangsung,” ujarnya.
Arief memperkirakan sebagian peserta dan keluarga akan berada di Makassar selama beberapa hari untuk menikmati suasana kota dan rangkaian kegiatan marathon.
“Mereka kemungkinan datang beberapa hari sebelum race dan stay beberapa hari setelah event selesai. Itu yang memang kita harapkan dari event sport tourism seperti ini,” katanya.
Ia menegaskan pelaksanaan MHM tetap mengedepankan standar internasional sebagaimana sejak pertama kali digelar pada 2022.
Menurutnya, seluruh race course telah melalui proses sertifikasi resmi PB PASI guna menjamin akurasi jarak dan kualitas lintasan lomba.
“Standar penyelenggaraan tetap menjadi prioritas utama. Semua rute dicek dan diukur langsung sesuai standar PASI. Bahkan pengukuran dilakukan manual untuk memastikan akurasi lintasan,” ujarnya.
Arief mengatakan evaluasi dari peserta tahun lalu menjadi perhatian penting panitia untuk meningkatkan kualitas event tahun ini.
“Tahun lalu memang ada beberapa masukan dari peserta terkait rute dan kenyamanan lintasan. Tahun ini kami berusaha memperbaiki semuanya agar peserta bisa menikmati pengalaman lari yang jauh lebih baik,” katanya.
Dalam siaran pers panitia dijelaskan sejumlah fasilitas yang disiapkan meliputi layanan medis standar internasional dengan tim ahli dan AED di sepanjang rute, manajemen race course profesional, titik hidrasi, sistem registrasi berbasis website, hingga penggunaan timing system digital untuk pencatatan waktu pelari.
Arief mengatakan dukungan pemerintah menjadi stimulus penting agar MHM mampu mempertahankan kualitas penyelenggaraan sekaligus menjamin keselamatan peserta.
“Sinergi antara kontribusi publik dan dukungan kebijakan sangat penting untuk mewujudkan event yang kompetitif secara global dan aman bagi peserta,” katanya.
Ia juga menjelaskan besarnya biaya penyelenggaraan tidak terlepas dari standar pelayanan yang diterapkan kepada peserta.
Menurutnya, peserta marathon tahun ini mendapatkan fasilitas yang jauh lebih lengkap dibanding biaya registrasi yang dibayarkan.
“Peserta bukan hanya mendapat jersey, tetapi juga race pack, timing chip, medali, hidrasi, layanan medis, dan berbagai fasilitas lainnya,” ujarnya.
Arief menyebut khusus peserta kategori marathon akan memperoleh dua jersey, yakni race jersey dan finisher jersey setelah menyelesaikan lomba.
“Peserta marathon tahun ini mendapatkan dua jersey, selain race pack, produk sponsor, tas, medali, dan berbagai perlengkapan lainnya,” katanya.
Ia menambahkan seluruh peserta menggunakan timing chip digital yang memungkinkan hasil lari terekam secara akurat dan profesional.
“Kita menggunakan timing chip sehingga semua peserta bisa merekam data hasil larinya dengan baik. Ini penting karena banyak pelari menjaga personal best mereka di setiap event marathon,” ujarnya.
Selain itu, MHM 2026 juga menghadirkan inovasi baru bertajuk “Triple Medals Challenge” yang diikuti sekitar 500 pelari.
Dalam kategori tersebut, peserta diwajibkan mengikuti dua kategori lomba berbeda untuk mendapatkan tiga medali sekaligus.
“Peserta Triple Medals Challenge harus mengikuti lomba 10K dan half marathon di hari berbeda. Setelah menyelesaikan keduanya, mereka bisa mendapatkan tiga medali sekaligus,” katanya.
Menurut Arief, inovasi tersebut menjadi salah satu daya tarik baru yang membuat MHM semakin diminati komunitas pelari nasional.
Ia optimistis Makassar Half Marathon akan terus berkembang menjadi salah satu event lari terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota sport tourism di kawasan timur Indonesia.
“Kenapa peserta terus datang setiap tahun? Karena mereka percaya dengan kualitas event ini. Mereka percaya Makassar Half Marathon sudah bertaraf internasional dan punya standar yang baik,” ujarnya.
“Kami ingin membuktikan bahwa Makassar siap menjadi tuan rumah event profesional bertaraf internasional,” pungkasnya.

