LUMINASIA.ID, Jakarta – Perusahaan teknologi finansial asal Swedia, Klarna, mengambil langkah besar untuk memperluas bisnisnya di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut mengajukan permohonan kepada regulator federal dan negara bagian untuk mendirikan bank di Amerika Serikat.
Apabila disetujui, bank baru bernama Klarna Bank USA akan beroperasi sebagai lembaga yang dijamin oleh Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) dan berkantor pusat di negara bagian Utah. Klarna menunjuk Gary Harding, mantan CEO Milestone Bank dan Prime Alliance Bank, untuk memimpin operasional bank tersebut.
Dilansir CNBC.com, CEO sekaligus pendiri Klarna, Sebastian Siemiatkowski, mengatakan kepemilikan lisensi perbankan merupakan langkah alami setelah melihat tingginya minat masyarakat Amerika terhadap layanan keuangan yang lebih transparan.
Menurutnya, kehadiran bank milik Klarna akan memberikan akses kepada pelanggan untuk meminjam secara lebih bertanggung jawab sekaligus membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam mengelola keuangan. Selain itu, langkah tersebut diharapkan mampu mendorong persaingan, inovasi, dan pilihan yang lebih luas di industri jasa keuangan.
Selama ini Klarna dikenal sebagai pelopor layanan buy now, pay later (BNPL) atau beli sekarang bayar nanti. Namun perusahaan kini berupaya bertransformasi menjadi bank digital yang menawarkan layanan keuangan lebih lengkap.
Dengan memiliki bank sendiri, Klarna dapat mendanai pinjaman menggunakan simpanan nasabah, sehingga tidak lagi bergantung pada sumber pendanaan yang lebih mahal. Perusahaan juga berpeluang menawarkan produk perbankan seperti rekening giro, tabungan, hingga kartu kredit secara langsung tanpa harus mengandalkan bank mitra.
Permohonan lisensi tersebut juga memungkinkan Klarna mengelola sendiri layanan pembayaran, kredit, dan solusi bagi merchant sehingga operasionalnya menjadi lebih efisien.
Langkah Klarna mencerminkan tren baru di industri fintech Amerika Serikat. Semakin banyak perusahaan teknologi keuangan yang memilih memiliki lisensi bank sendiri dibanding hanya bermitra dengan bank tradisional. Sebelumnya, perusahaan fintech Mercury juga memperoleh persetujuan bersyarat untuk mendirikan banknya sendiri.
Ekspansi ini melanjutkan strategi Klarna memperluas layanan di luar bisnis BNPL. Bulan lalu perusahaan meluncurkan produk rekening tabungan berbunga tinggi bagi pelanggan di Amerika Serikat, meski dana nasabah tersebut masih disimpan melalui bank mitra, WebBank.
Klarna sendiri resmi melantai di bursa saham pada September 2025 dengan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar 40 dolar AS per saham. Namun, harga saham perusahaan kini diperdagangkan di kisaran setengah dari harga IPO tersebut.

