LUMINASIA.ID, NEW DELHI — Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan mendapat sorotan berbeda menjelang babak perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah dinilai bukan ancaman serius oleh pengamat asal Denmark.
Padahal, Alwi justru tampil impresif dengan berhasil menembus babak delapan besar setelah mengalahkan wakil tuan rumah India, Ayush Shetty, dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-11 di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, Kamis (20/8/2026).
Alwi kini menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang masih bertahan di Kejuaraan Dunia 2026.
Keberhasilan tersebut membuat Alwi berpeluang melangkah lebih jauh, meski tantangan berat sudah menanti.
Baca: India Open 2026 Dimulai, 206 Pemain Siap Tampil di Indira Gandhi Indoor Stadium
Pemain berusia 21 tahun itu akan menghadapi unggulan keenam asal Taiwan, Chou Tien Chen, pada babak perempat final yang berlangsung Jumat (21/8/2026).
Namun, di tengah perjuangan Alwi untuk merebut tiket semifinal, pengamat sekaligus mantan pemain Denmark, Jim Laugesen, justru menilai Alwi maupun Chou Tien Chen bukan penghalang yang perlu terlalu dikhawatirkan oleh Anders Antonsen.
Antonsen sendiri telah memastikan tempat di perempat final setelah mengalahkan wakil Prancis, Toma Junior Popov, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-17, 17-21, 21-14.
Laga tersebut berlangsung selama 78 menit dan menjadi ujian berat bagi unggulan keempat dunia itu.
Antonsen mengaku sangat senang setelah berhasil melewati perlawanan Popov.
Baca: Mengenal Alwi Farhan, Calon Andalan Tunggal Putra Indonesia di Era Baru Bulu Tangkis
"Saya sangat bahagia, benar-benar bahagia," kata Antonsen.
Ia juga memuji perjuangan Popov yang tetap memberikan perlawanan meski sempat menghadapi masalah fisik.
"Dia tangguh, dan saya sangat senang, dan selisih skor yang berhasil saya ciptakan di gim ketiga itu sungguh luar biasa," ujarnya.
Antonsen selanjutnya akan menghadapi wakil Jepang, Kodai Naraoka, di perempat final.
Jika mampu menang, Antonsen berpotensi menghadapi pemenang duel Alwi Farhan kontra Chou Tien Chen di semifinal.
Laugesen menilai Antonsen memiliki modal lengkap untuk menjadi juara dunia setelah mampu bangkit dari sejumlah pertandingan sulit.
"Saya semakin yakin bahwa Antonsen bisa menjadi juara dunia sekarang," kata Laugesen.
"Kami semakin mendekati titik di mana kami bisa yakin bahwa dia mampu menjadi juara dunia," lanjutnya.
Sementara itu, Alwi memiliki kesempatan untuk menjawab penilaian tersebut melalui pertandingan melawan Chou.
Kemenangan atas pemain Taiwan itu tidak hanya membawa Alwi ke semifinal, tetapi juga memastikan medali bagi Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026.
Dengan usia yang masih 21 tahun, Alwi kini berada di panggung penting untuk membuktikan bahwa dirinya layak diperhitungkan di antara para pemain elite dunia.



