LUMINASIA.ID, SPORT - Nama Alwi Farhan semakin sering dibicarakan dalam peta masa depan bulu tangkis Indonesia. Di tengah regenerasi sektor tunggal putra, pemain muda asal Solo ini mulai diproyeksikan sebagai salah satu calon tulang punggung tim Merah Putih di level internasional.
Dilansir Kapanlagi, lahir di Surakarta pada 12 Mei 2005, Alwi termasuk generasi atlet yang dipersiapkan sejak usia dini di sistem pembinaan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia. Ia dikenal memiliki gaya bermain agresif dengan kombinasi kecepatan, variasi pukulan, serta ketenangan dalam mengatur ritme pertandingan.
Nama Alwi mulai mencuri perhatian sejak level junior. Salah satu titik penting dalam kariernya terjadi ketika ia merebut gelar tunggal putra di BWF World Junior Championships. Gelar tersebut menjadikannya satu-satunya wakil Indonesia yang keluar sebagai juara di ajang tersebut pada edisi 2023.
Prestasi itu semakin menguatkan reputasinya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di sektor tunggal putra dunia. Dalam perjalanan menuju gelar tersebut, Alwi menunjukkan mental bertanding yang kuat dengan mengalahkan sejumlah pemain muda terbaik dari berbagai negara.
Di level internasional, Alwi juga mulai menorehkan hasil positif pada turnamen BWF kategori International Series dan International Challenge. Ia pernah menjuarai Indonesia International 2023 serta mencapai final Osaka International 2023, menunjukkan kemampuannya bersaing di level senior meski masih sangat muda.
Performa impresif Alwi juga terlihat ketika memperkuat Indonesia dalam ajang beregu seperti Badminton Asia Mixed Team Championships. Dalam partai final melawan pemain China, ia tampil dominan dan menang dua gim langsung, membantu Indonesia meraih keunggulan penting dalam perebutan gelar.
Secara gaya bermain, Alwi sering dibandingkan dengan Anthony Sinisuka Ginting karena sama-sama mengandalkan kecepatan kaki dan pola serangan agresif. Namun di sisi lain, ia juga mengaku banyak belajar dari permainan elegan dua idolanya, yaitu Taufik Hidayat dan Kento Momota.
Saat ini peringkat dunia Alwi terus meningkat dan ia mulai rutin tampil di turnamen BWF World Tour level Super 100 hingga Super 300. Target berikutnya adalah menembus 20 besar dunia sekaligus memperkuat tim Indonesia di ajang beregu besar seperti Thomas Cup.
Dengan usia yang masih sangat muda, perjalanan Alwi Farhan di panggung bulu tangkis dunia masih panjang. Jika perkembangan performanya terus konsisten, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu harapan Indonesia untuk meraih prestasi besar, termasuk di Olimpiade mendatang.

