LUMINASIA.ID, MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) membuka 1.547 lowongan kerja dalam Makassar Job Fair 2026 yang berlangsung di Phinisi Point Mall Makassar, Rabu-Kamis (19/8/2026).
Kegiatan yang menggandeng MR Green Production sebagai penyelenggara ini mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan dari berbagai sektor, sekaligus membuka akses pekerjaan yang lebih inklusif bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Makassar Job Fair 2026 mengusung tema Inklusif, Kompeten, dan Transparan dan dapat diikuti pencari kerja secara gratis.
Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Ibrahim, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar pencari kerja bisa memperoleh informasi lowongan secara langsung dari perusahaan pemberi kerja.
“Mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan pemberi kerja secara langsung dengan tujuan menurunkan angka pengangguran di Kota Makassar,” ujarnya.
Menurut Ibrahim, perusahaan yang berpartisipasi berasal dari beragam sektor, mulai perdagangan, ritel, jasa keuangan dan perbankan, manufaktur, logistik, perhotelan, food and beverage, pelayanan digital hingga bidang lainnya.
Secara keseluruhan terdapat 244 posisi atau jabatan dengan kebutuhan 1.547 tenaga kerja.
Kesempatan tersebut terbuka bagi pencari kerja dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman, termasuk lulusan SMA/SMK, diploma, sarjana maupun tenaga kerja berpengalaman.
Salah satu perhatian dalam pelaksanaan Job Fair tahun ini adalah keterlibatan penyandang disabilitas.
Ibrahim mengatakan lowongan yang tersedia juga dapat diakses penyandang disabilitas sesuai dengan posisi dan kualifikasi yang dibutuhkan perusahaan.
Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan kegiatan ketenagakerjaan yang inklusif, kredibel dan transparan.
Proses perekrutan juga dilakukan berdasarkan kompetensi, sehingga pencari kerja memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti tahapan seleksi perusahaan.
“Proses perekrutan dilakukan secara transparan dan murni berdasarkan kompetensi, tanpa ada unsur titipan atau KKN, sehingga memberikan kesempatan yang adil (fair) bagi seluruh pencari kerja,” jelas Ibrahim.
Makassar Job Fair 2026 tidak hanya menyediakan ruang bagi perusahaan untuk melakukan rekrutmen.
Disnaker Makassar juga menghadirkan seminar dan talk show pengembangan diri untuk membantu pencari kerja mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.
Peserta dapat memperoleh pembekalan mengenai pengembangan diri, penyusunan curriculum vitae (CV), persiapan wawancara serta perkembangan kebutuhan industri.
Informasi mengenai pemanfaatan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), juga menjadi bagian dari pembekalan bagi pencari kerja agar lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan persoalan ketenagakerjaan menjadi salah satu prioritas pemerintah kota.
Pemkot Makassar melakukan berbagai intervensi, mulai pelatihan kerja, pemberian bantuan hingga mendorong investasi untuk membuka lebih banyak kesempatan kerja.
Munafri menyebut angka pengangguran terbuka di Makassar kini berada di sekitar 9 persen, setelah sebelumnya berada pada kisaran dua digit.
“Tahun ini kita mampu menurunkan angka pengangguran terbuka dari dua digit ke angka 9 persen. Meskipun masih relatif tinggi, diperlukan akselerasi melalui kegiatan seperti Makassar Job Fair untuk menekan angka tersebut lebih jauh,” ujar Munafri.
Menurutnya, penurunan pengangguran membutuhkan kerja sama pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan dan masyarakat.
Selain memperluas akses pekerjaan, Pemkot Makassar juga memberikan perlindungan sosial kepada pekerja rentan.
Melalui APBD, pemerintah kota telah memberikan jaminan keselamatan kerja dan kematian bagi lebih dari 81 ribu pekerja rentan, serta jaminan hari tua bagi sekitar 41 ribu warga.
Makassar Job Fair 2026 diharapkan menjadi salah satu penghubung antara kebutuhan perusahaan dan kompetensi pencari kerja, sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pekerjaan yang sesuai.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Makassar memperkuat pasar kerja sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Makassar.



